Perkembangan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Wisata di Desa Borobudur
M.YUSUF RIDHANI, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.; Ir. Gunung Radjiman, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahSebagai salah satu icon pariwisata di Indonesia, Candi Borobudur selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kunjungan dari wisatawan tersebut mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi perolehan kas Negara Republik Indonesia. Namun dalam perjalanannya, masyarakat yang berada di desa dari Candi Borobudur termasuk Desa Borobudur kurang merasakan manfaat dari kunjungan wisatawan tersebut. Menanggapi kondisi tersebut, masyarakat Desa Borobudur akhirnya memutuskan berpartisipasi dalam kegiatan wisata di Candi Borobudur secara mandiri. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata di Desa Borobudur, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata tersebut dan mencocokan hasil dari partisipasi masyarakat tersebut dengan peraturan zonasi yang ada di Kawasan Borobudur dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta cara berpikir induktif. Berdasarkan analisis data dari hasil observasi lapangan, wawancara mendalam dan dokumen-dokumen yang diperoleh selama penelitian dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata di Desa Borobudur mengalami perkembangan yang pada periode awal hanya berupa upaya penyediaan pelayanan bagi pengunjung Candi Borobudur menjadi penguatan identitas kawasan pada periode tengah dan pengembangan desa wisata di periode akhir. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung , yaitu: adanya motivasi untuk berpartisipasi, komitmen pemerintah dan aspek kelembagaan. Mengacu pada peraturan zonasi yang dikeluarkan JICA (1979) kegiatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata di Desa Borobudur telah melanggar aturan yang ditentukan.
As an icon of Indonesia Tourism, Borobudur Temple has been visiting by many domestic and foreign tourists. Visits rating is bring advantage for the cash acquisition of the Republic of Indonesia. But, peoples who live around Borobudur Temple, including Borobudur Village have less benefit from the tourist visits. In response to these conditions, peoples in Borobudur Village finally decided to independently participate in tourism activities at Borobudur Temple. Based on these issues, this research is directed to answer research questions about the development of community participation in tourism activities at Borobudur Village, matching the suitability from development of community participation with zoning regulations that exist in Borobudur area and the factors that influence the development of participation communities in tourism activities by using descriptive qualitative method. Based on data analysis form field observations, in-depth interviews and documents obtained during this study, community participation in tourism activities at Borobudur Village has developed in the early period anf takes the form of the provision of services for visitors Borobudur, strengthen identity of the region in the period middle and village tourism development in the final period. It is influenced by the supporting factors, such as: their motivation to participate, the government's commitment and institutional aspects. Referring to the zoning regulations issued by JICA (1979) activities of community participation in tourism activities in the village of Borobudur has violated prescribed the rules.
Kata Kunci : Partisipasi masyarakat, kegiatan wisata, Desa Borobudur; community participation, tourism activities, Borobudur Village