PENGARUH KOMBINASI BAHAN PENYAMAK SYNTAN DAN MIMOSA TERHADAP MUTU KULIT KAKAP MERAH TERSAMAK
MEGADIAN PRATAMA, Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si.; Indun Dewi Puspita, S.P., M.Sc., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL PERIKANANPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi bahan penyamak syntan dan mimosa terhadap mutu kulit kakap merah tersamak, serta memperoleh perlakuan terbaik untuk diterapkan sebagai formula yang tepat dalam penyamakan kulit ikan kakap merah dan sejenisnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 (satu) faktor (kombinasi bahan penyamak syntan dan minomsa) dengan 3 kali ulangan dan 3 perlakuan, masing-masing: perlakuan p1 (4% syntan + 5% mimosa), p2 (8% syntan + 5% mimosa), dan p3 (12% syntan + 5% mimosa), dilanjutkan dengan uji perbandingan berganda (Beda Nyata Terkecil, BNT). Data yang diperoleh dianalisis dengan software SPSS 18. Parameter yang diamati adalah: kekuatan tarik (N/cm2), kemuluran (%), kekuatan sobek (N/cm), kelemasan (mm), suhu kerut (°C), kadar lemak (%) dan kadar air (%). Hasil penelitian menunjukkan bahawa perlakuan kombinasi bahan penyamak syntan dan mimosa tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter fisik (kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, kelemasan dan suhu kerut) dan parameter kimia (kadar air dan kadar lemak/minyak). Meskipun demikian, nilai parameter kekuatan tarik, kekuatan sobek, kelemasan, suhu kerut dan kadar air yang dihasilkan dari perlakuan p1, p2 dan p3 yang dicobakan telah memenuhi standar SNI 06-4586-1998 tentang Syarat Mutu kulit ular air tawar samak krom, sedangkan parameter kemuluran dan kadar lemak/minyak belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan. Perlakuan p1 (kombinasi 4% syntan + 5% mimosa) merupakan yang paling efisien karena secara keseluruhan menghasilkan nilai mutu kulit tersamak yang paling terbaik pada setiap parameter.
The study aims to determine the effect of the combined use of materials tanning syntan and mimosa on the quality of tanned leather red snapper. This study is expected to obtain the best treatment of the combination of materials and mimosa tanning syntan that can be applied as a formula for the manufacture of raw materials commercially tanned leather products. The study design used was completely randomized design (CRD) and the use of advanced test Significant Difference (LSD) with 3 replications and 3 treatment concentration of tanning combination syntan and mimosa as treatments, namely: p1 (4% syntan + 5% mimosa) , p2 (8% syntan + 5% mimosa), and p3 (12% syntan + 5% mimosa). Data were analyzed using SPSS 18. The parameters measured were the tensile strength (N/cm2), elongation (%), tear strength (N/cm), enervation (mm), wrinkle temperature (°C), fat content (%), and water content (%). The results of the study indicate where the combination treatment syntan tanning materials and mimosa no significant effect on the physical parameters (tensile strength, elongation, tear strength, enervation, and wrinkle temperature) and chemical parameters (moisture and fat/oil). All treatments (p1, p2, p3) already meet the standards of SNI 06-4586-1998 about Freshwater Snake Skin tanner chrome for parameters of tensile strength, tear strength, enervation, wrinkle temperature and moisture content. Parameter elongation and fat/oil has not met on the Indonesian National Standard (SNI) which has been set. Treatment p1 (4% syntan + 5% mimosa) is the best (efficient) because it generally produces the highest value for each parameter.
Kata Kunci : kombinasi bahan penyamak, kulit kakap merah, mimosa, mutu, syntan