Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD MULTITEMPORAL DAN SIG UNTUK PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI ZONA PINGGIRAN KOTA KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2009 - 2014

AGUNG SUSETYO, Like Indrawati, S.Si,. M.Sc

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Penggunaan lahan adalah pemanfaatan lahan oleh manusia untuk kebutuhan manusia tersebut. Lahan di kota Yogyakarta yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan menyebabkan adanya pemanfaatan area lahan yang ada di pinggiran kota (wilayah peri-urban). Data penginderaan jauh dewasa ini mengalami banyak perkembangan, salah satunya untuk monitoring penggunaan lahan dengan memanfaatkan data penginderan jauh multitempotal yang selanjutnya diproses dan direpresentasikan melalui SIG. Pemanfaatan data penginderaan jauh multitemporal dan SIG untuk pemetaan perubahan penggunaan lahan daerah peri-urban Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Yogyakarta merupakan langkah yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di wilayah peri-urban Kecamatan Sewon tahun 2009- 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui perubahan penggunaan lahan di daerah peri-urban Kecamatan Sewon tahun 2009 - 2014; 2) Mengetahui perubahan luasan lahan yang bersifat lahan kekotaan dan lahan kedesaan di daerah peri-urban Kecamatan sewon tahun 2009 - 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah digitasi onscreen penggunaan lahan citra Quickbird tahun 2009 dan 2014 yang selanjutnya dilakukan analisis tumpang susun (overlay) Peta penggunaan lahan Kecamatan Sewon tahun 2009 dan Peta Penggunaan lahan Kecamatan Sewon tahun 2014 untuk menghasilkan perubahan penggunaan lahan tahun 2009 - 2014. Untuk mengetahui perubahan luasana penggunaan lahan digunakan calculate geometry untuk menghitung luas masing-masing penggunaan lahan di tahun 2009 dan 2014. Selain itu juga dilakukan identifikasi lahan kekotaan dan lahan kedesaan yang digunakan untuk mengetahui perbandingan dan luasan lahan yang bersifat kekotaan dan kedesaan tahun 2009 - 2014. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan yang dominan berubah adalah dari lahan pertanian ke lahan non-pertanian. Perbandingan Luas lahan kekotaan tahun 2009 - 2014 14,19 % : 19,77 % dan perbandingan lahan kedesaan 85,23 % : 80,23 %. Pada lahan kekotaan berubah seluas 155,67 Ha dan lahan kedesaan berubah seluas 153,47 Ha, dimana semua lahan kekotaan bertambah dan lahan kedesaan menurun.

Land use is a land use by humans for human needs are. Land in the city of Yogyakarta, which has been unable to meet the demand for land led to the use of the land area in the outskirts of town (peri-urban areas). Remote sensing data today experiencing a lot of growth, one for monitoring the use of land by using remotely-sensed data multitempotal further processed and represented by SIG. The use of remote sensing data and GIS for multitemporal mapping changes in land use suburban areas Sewon Bantul Yogyakarta is a step that can be used to assess changes in land use in peri-urban areas Sewon in 2009 - 2014. The purpose of this research is: 1 ) Knowing the changes in land use in peri-urban areas Sewon years 2009 - 2014 2) Knowing the changes in the area of land that is the urban land and rural land in peri-urban areas Sewon District 2009 - 2014. The method used in this study is onscreen digitizing land use Quickbird imagery in 2009 and 2014 that further analysis overlay (overlay) land use map Sewon 2009 land use map and Sewon in 2014 for a change of land use in 2009 - 2014 . to determine changes in land use luasana calculate geometry used to calculate the area of each land use in 2009 and 2014. in addition, the identification of the urban land and rural land used to determine the ratio of land area and the rustic character of the city and in 2009 - 2014. The results showed that the predominant land use is changed from agricultural land to non-agricultural lands. Comparison of the urban area in 2009 - 2014 14.19% 19.77% and the ratio of land rustic 85.23%: 80.23%. In the urban land area of 155.67 hectares changed and changed rustic land measuring 153.47 hectares of land where all of the city increased and decreased rustic land.

Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan, kawasan desa, kawasan kota

  1. D3-2016-332249-abstract.pdf  
  2. D3-2016-332249-bibliography.pdf  
  3. D3-2016-332249-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2016-332249-title.pdf