RELASI KUASA NAGARI DENGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN: Studi Kasus Relasi Kuasa Nagari Gadut dengan Kabupaten Agam tahun 1999-2014
RAIHAN ARIATAMA, Dr. Haryanto
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kewenangan besar yang didapatkan oleh pemerintahan daerah kabupaten dalam mengelola daerah dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi, disisi lain hadir nagari sebagai lembaga adat setingkat desa yang otonom dalam mengelola masyarakat dan wilayahnya. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana relasi kuasa antara Nagari Gadut dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Agam. Penelitian menggunkan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pencarian data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi literatur yang mendukung dalam menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunujukkan bahwa relasi kuasa yang dihasilkan oleh Nagari Gadut dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Agam adalah Complementary, Accomadation, dan subtitutive. Dari pola relasi yang terjadi, dapat digolongkan pada dalam dua ranah, yakni di ranah nagari dan pada ranah Pemerintah Daerah Kabupaten. Pertama, relasi kuasa yang terjadi pada ranah nagari adalah pola komplementer dan substitusi. Sebab nagari memberikan pengaruh yang besar melengkapi pelaksanaan tugas-tugas Pemerintahan Daerah Kabupaten. Pengaruh yang dihasilkan tidak lepas dari peran ninik mamak sebagai aktor yang paling berpengaruh dalam nagari serta peraturan adat yang mengakar kuat. Kedua, relasi yang terjadi pada ranah Pemerintah Daerah Kabupaten. Pola relasi yang dihasilkan adalah pola akomodasi dan kompetisi. Pola relasi ini terjadi disebabkan oleh legitimasi yang kuat dimiliki oleh nagari, menyebabkan Pemerintah Daerah Kabupaten tidak bisa leluasa membuat suatu kebijakan dan harus mengakomodasi nagari sebagai lembaga adat.
ABSTRACT This research is driven by a huge authority the local government (regent) received in order to manage its area and people through decentralization policy, on the other side, nagari, arise as a custom institution as higher as a sovereign village to manage its area and people. The question of this research is how is the power relation between Nagari Gadut and Agam Regent's Government. This research is using qualitative method with case study. Data collection was done through deep interview and study of literature which promote for answering the research question. The result of this research shown that the power relation produce by Nagari Gadut and Agam Regent's Government is complementary, accommodative, and substitutive. From the relation happened between the government and nagari, we can classify it into two groups, the nagari and second the regent government. First the power relations happened in the field of nagari are complementary and substitution pattern, since nagari plays a huge impact to fulfill the tasks from the regent government. The impact proceeded by the role of ninik mamak as the most influencing actor in nagari, also the customary law which is entrenched. Second the relation happened in the field of regent government. The relation pattern produced accomodative and competitive pattern. These relation pattern happened because a strong legitimation a nagari has, causing regent government can not freely produce a policy and still has accomodate nagari as a custom institution. Keywords : Nagari, KAN, Regent Government, Power Relation
Kata Kunci : Nagari, Pemerintahan Daerah Kabupaten, relasi kuasa