Laporkan Masalah

ANALISIS PENOLAKAN PRODUK IKAN INDONESIA DI PASAR EROPA DAN AMERIKA SERIKAT PERIODE TAHUN 2005 - 2014

RINTO FELLY HARTANA, Dr. Amir Husni S.Pi., M.P.; Suadi S.Pi., M. Agr.Sc., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Ikan merupakan salah satu komoditas perikanan yang diperdagangkan di dunia. Perubahan global secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi perkembangan perdagangan internasional. Perubahan ini menuntut semua negara untuk menghasilkan produk ekspor yang berdaya saing. Salah satu syaratnya adalah terjaminnya mutu dan keamanan produk. Persyaratan keamanan pangan dari negara importir yang ditetapkan dalam bentuk peraturan sering menjadi penghambat dalam perdagangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis, jumlah, dan perkembangan alasan kasus penolakan produk ikan Indonesia di Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengidentifikasi kebijakan perdagangan dan memberikan rekomendasi terkait kebijakan pengelolaan mutu untuk ekspor produk Ikan Indonesia. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis paretto Selama tahun 2005-2014 Indonesia mengalami kasus penolakan produk ikan oleh US-FDA sebanyak 699 kasus dan oleh Europa-RASFF sebanyak 29 kasus. Produk ikan yang paling banyak ditolak adalah ikan Tuna sejumlah 441 kasus (63%) di Amerika Serikat dan 15 Kasus (51%) di Uni Eropa. Masalah utama terjadinya kasus penolakan produk ikan asal Indonesia adalah filthy dan Salmonella di Amerika Serikat dan mercury, histamine dan poor temperature control di Uni Eropa. Kebijakan perdagangan terkait keamanan produk perikanan yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor ikan Indonesia oleh Amerika Serikat adalah FDA Food Code dan Fishery Products Hazards and Controls Guidance dan pada Uni Eropa adalah Commission Decision. Harmonisasi regulasi terkait keamanan pangan dan perbaikan teknis serta pengawasan mutu hasil perikanan diperlukan untuk mengurangi penolakan produk ikan Indonesia di pasar ekspor.

Fish is one commodity traded in the world. Global change, directly and indirectly, influences the development of international trade. This change requires all countries to strive producing export competitive products. One of the requirements is the assurance of quality and product safety. Food safety requirements of the importing country are set out in the form of regulation which is often a barrier to trade. The purpose of this study was to determine the type, amount, and the development of case rejection reason for Indonesian fish products in the United States and the European Union, identify trade policy and provide recommendations related to quality management policies for the export of Indonesian fish products. Based on the descriptive analysis and Pareto analysis during the 2005-2014 Indonesia experienced various case of refusal of fish products in US and Europe. Total refusal case by the US-FDA was as many as 699 cases and Europa-RASFF as many as 29 cases. The most widely rejected fish products during the years 2005-2014 was Tuna that reached 441 cases (63%) in the United States and 15 cases (51%) in the EU. The main causes of refusal of fish products from Indonesia were filthy and Salmonella in the America States and Mercury, Histamines and Poor Temperature Control in the European Union. Security trade policy fishery products that affect the performance of Indonesian fish exports by the United States is FDA Food Code and Fishery Products Hazards and Controls Guidance and the European Union is the Commission Decision. Regulatory harmonization and improvement of technical aspect of food safety management system and quality supervision are necessary to reduce the refusal of Indonesian fish products in the export market.

Kata Kunci : Amerika, Eropa, Keamanan Pangan, Penolakan,Perdagangan Ikan, Regulasi

  1. S1-2016-318186-abstract.pdf  
  2. S1-2016-318186-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-318186-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-318186-title.pdf