Laporkan Masalah

Implikasi Spasial Stasiun Bojonggede sebagai Pusat Pergerakan Wilayah Kabupaten Bogor Sebelah Utara

HARDITYA DWISURYA, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kereta Api merupakan sebuah moda transportasi utama bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Moda transportasi kereta api sendiri sudah ada di Indonesia sejak tahun 1865. Perkembangan pesat kereta api dimulai pada akhir abad 19 dengan dibangunnya jalur rel kereta api di beberapa daerah, khususnya di daerah Ibukota. Saat ini, di Jabodetabek hampir semua rangkaian kereta merupakan kereta rel listrik. Perkembangan jalur rel kereta api diikuti oleh pembangunan stasiun kereta api yang berdampak pada perkembangan kawasan. Stasiun Bojonggede merupakan stasiun yang berada di jalur rel kereta Jakarta-Bogor yang terletak di Kabupaten Bogor. Perkembangan Kawasan sekitar Stasiun Bojonggede tidak terlepas dari perkembangan kereta api di Jabotabek. Banyaknya pendatang menjadi sebab perkembangan kawasan yang pesat. Stasiun Bojonggede sendiri menjadi sebuah pusat pergerakan di wilayah Kabupaten Bogor sebelah Utara. Oleh karena itu, penelitian mencoba untuk menjelaskan implikasi spasial dari Stasiun Bojonggede sebagai pusat pergerakan wilayah Kabupaten Bogor Sebelah Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif. Penelitian ini berbasis observasi dan wawancara untuk menjelaskan secara mendalam apa yang terjadi di kawasan sekitar stasiun. Penelitian dipusatkan di keruangan sekitar stasiun seperti permukiman, perdagangan dan jasa, sirkulasi jalan, kondisi fisik kawasan, dan perubahan guna lahan. Penelitian ini menjelaskan implikasi spasial dari Stasiun Bojonggede terhadap kawasan. Ditemukan bahwa sebagai pusat pergerakan wilayah, Stasiun Bojonggede melayani penduduk Kabupaten Bogor sebelah utara dengan cakupan terluas dibandingkan dengan stasiun lainnya. Hal ini berdampak pada banyaknya masyarakat yang menggunakan kereta api di Bojonggede sehingga ketika jam puncak tejadi sebuah fenomena semrawut. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa perkembangan stasiun dengan perkembangan kawasan bergerak sendiri-sendiri sehingga menyebabkan kawasan tidak tertata dengan baik, integrasi transportasi yang belum efektif, dan permasalahan kemacetan.

Railway is a main mode of transportation for most urban communities. In Indonesia, railway train was founded since 1865 by Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. A rapid development of railway trains began in the late 19th century when railway train's lines were built in several region, especially in Jakarta. Nowadays, all the railway trains in Greater Jakarta (Jabodetabek) has been improved to electric rail trains. The development of rail trains is always followed by the development of railway station which affect area's development. Bojonggede Station is one of railway station on railway lines Jakarta-Bogor. Which is located in Northern Region of Bogor Regency. Bojonggede urban area's development is inseparable to the development of Bojonggede Station. With high population of newcomer to Bojoonggede, Bojonggede has growth and become an area with high density. Bojonggede Station has become a center to Northern Bogor District's Mobility. Therefore, this research was trying to explain Bojonggede Station's spatial implication, as the station becoming a center to Northern Region of Bogor Regency's mobility. This study used the inductive qualitative, which was based on observations and interviews. The methods used to explain what is happening in the area deeper and comprehensively. This research concentrated on the spatial area in around station, such as residential, commercial, road's circulation, area's physical, and land use. This research was to explain the Bojonggede Station's spatial implication to the station's surrounding area. This research found that as the Bojonggede Station is a center to Northern Region of Bogor Regency's mobility, serving a population of Northern Region of Bogor Regency with the broadest range compared to other stations. Thus, this increased number of people who use railway trains. So, when the peak hours occurs, the area will be overcrowded and become chaotic. The result of this reseach showed that the development of the station is not integrated to the area's development which has impacts, such as not well-organized area, ineffective transportation's integration, and traffic problems.

Kata Kunci : Implikasi, Spasial, Stasiun, Pergerakan, Perkotaan

  1. S1-2016-319264-abstract.pdf  
  2. S1-2016-319264-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-319264-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-319264-title.pdf