Laporkan Masalah

KETANGGUHAN TERHADAP BENCANA LONGSOR DI KELURAHAN BAYANGKARA, KOTA JAYAPURA

EFRAIM A.R. RAMANDEY , Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Salah satu kelurahan yang paling sering mengalami bencana longsor di Kota Jayapura adalah Kelurahan Bayangkara. Menurut data yang dihimpun oleh BPBD Kota Jayapura, Kelurahan Bayangkara memiliki sejarah bencana longsor dari tahun 2008-2014 (terutama tahun 2012-2014 terjadi setiap tahun), telah terjadi sebanyak 9 (sembilan) kejadian bencana. Keberadaan lokasi yang strategis membuat pertumbuhan penduduk di Kelurahan Bayangkara meningkat signifikan. Keadaan morfologi Kelurahan Bayangkara memiliki kemiringan (slope) 0% - >40%, meningkatnya lahan terbangun dan padatnya penduduk menyebabkan kelurahan ini sering kali mengalami bencana longsor. Nyatanya tingkat kerugian yang dialami dan proses penanganan dari tahun ke tahun tidak mengalami kemajuan. Kondisi tersebut menunjukkan kurangnya kesiapan masyarakat maupun stakeholders terkait dalam pencegahan maupun penanganan bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana ketangguhan Kelurahan Bayangkara dan aspek manakah yang menjadi penghambat atau perlu diperbaiki sehingga meskipun bencana sering kali terjadi namun kelurahan ini dapat bangkit menjadi baik bahkan menjadi lebih baik (tangguh). Analisis ketangguhan Kelurahan Bayangakara terhadap bencana longsor menggunakan pendekatan deduktif-kualitatif-deskriptif dengan memperhatikan dimensi fisik, kelembagaan, sosial, dan ekonomi. Selain itu, penulis menganalisis proses ketangguhan secara keseluruhan mulai dari identifikasi ketahanan, kemampuan menggunakan alternati-alternatif yang ada, kemampuan mobilisasi sumber daya secara tepat waktu, dan kecepatan pulih kembali ke keadaan semula. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa ketangguhan Kelurahan Bayangkara berada pada level sedang. Variabel yang memiliki ketangguhan tinggi adalah sosial. Variabel Teknis atau fisik memiliki ketangguhan paling rendah. Sedangkan variabel kelembagaan serta ekonomi pada level sedang dan harus segera diperbaiki karena dapat menurun. Faktor yang berpengaruh terhadap ketangguhan kelurahan ini adalah masyarakat dianjurkan untuk berjalan secara mandiri dalam pengembangan kapasitas kebencanaan, terutama kapastitas ekonomi. Kurangnya intervensi dari pemerintah dari sisi teknis, ekonomi, kelembagaan dan sosial semakin melengkapi perjalanan ketangguhan. Sehingga jika tidak segera dibenahi, ketangguhan Kelurahan Bayangkara akan semakin menurun dan berimbas pada jatuhnya korban dan kerugian lebih banyak lagi pada setiap bencana longsor yang terjadi.

One of the villages most frequent landslides in the city of Jayapura is Bayangkara Village. According to data gathered by BPBD Jayapura, Village of Bayangkara has a history of landslides from the year 2008-2014 ( mainly in 2012-2014 occurred every year ), there have been a total of 9 (nine) disasters. The existence of a strategic location makes the population growth in Bayangkara Village increased significantly. State morphology Bayangkara Village has a slope 0 % - > 40 %, undeveloped land and increasing population density causes this district often experiencing landslides.In fact the level of losses and handling process from year to year with no improvement. The conditions show a lack of readiness of the public and relevant stakeholders in prevention and treatment of landslides.This study aimed to analyze the extent to which the Bayangkara Village inresilience and Which aspects of inhibiting or need to be improved so that even disasters often occur , but this district can rise up to be good even better (resilience). Analysis of resilience in Bayangakara Village against landslides using deductive approach-qualitative-descriptive with regard to the dimension of physical, institutional, social, and economic. In addition, the authors analyze the overall toughness of the process from identification resilience, the ability to use alternati - alternatives, the ability to mobilize resources in a timely manner, and the speed to recover back to its original state.Data collection techniques used were observation and interviews. The results of this analysis showed that resilience inBayangkara Village are at moderate levels. Variables that have a high resilience is social. Technical or physical variables have the lowest resilience. While institutional and economic variables at moderate levels and must be corrected immediately as it can decrease. Factors that affect the resilience of this district is people are encouraged to walk independently in capacity building of disaster,especially economic capacities. Lack of government intervention in terms of technical , economic , institutional and social increasingly complement resilience trip.So if not immediately addressed, resilience in Bayangkara Village will decrease and the impact on casualties and damages more in each of landslides that occurred.

Kata Kunci : Ketangguhan, Faktor Ketangguhan, Bencana Longsor

  1. S1-2016-314031-abstract.pdf  
  2. S1-2016-314031-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-314031-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-314031-title.pdf