Insiden Benturan Kapal Cina dan Jepang tahun 2010 : Pengaruhnya terhadap Hubungan Diplomatik dalam Sengketa Senkaku / Dioayu
CHAIRANISA, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPada 7 September tahun 2010 terjadi insiden benturan kapal antara nelayan Cina dan juga kapal patroli Japan Coast Guard ( JCG ) di wilayah Senkaku / Diaoyu yang masih menjadi sengketa antara Jepang dan Cina. Empat belas awak dan kapten kapal ditahan oleh Jepang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penahanan ini kemudian diprotes oleh Cina dan meminta agar Jepang segera membebaskan warga negaranya. Akan tetapi, Jepang tidak langsung membebaskan nelayan dan bersikap keras kepala dalam pembebasan nelayan Cina tersebut. Melihat respon Jepang, Cina kemudian menghentikan high level talks dan juga rencana kerjamasa-kerjasama lainnya agar Jepang segera membebaskan warga negaranya. Berhentinya high level talks dan juga rencana kerjamasa-kerjasama lainnya antara Jepang dan Cina kemudian mempengaruhi hubungan diplomatik kedua negara terkait sengketa Senkaku / Diaoyu.
On September 7, 2010 a Chinese fishing trawler collided with Japan Coast Guard ( JCG ) patrol boat in waters near disputed Senkaku / Diaoyu Islands. The Chinese Captain and fourteen crew were taken custody for investigation by Japan. Chinese protested and demanded Japan to release the captain and his crew immediately. But, Japan did not respond to the Chinese protest to release Chinese fisherman and crew immediately, turns out Japan became more stubborn and difficult to release the captain and his crew. Chinese reaction became more severe, Chinese announced to stop high level talks and other partnership plans with Japan in order to Japan will release Chinese captain and crew immediately. The stop of high level talks and other partnership plans between China and Japan later affected the diplomatic relation between two countries, especially in Senkaku / Diaoyu dispute issue.
Kata Kunci : Jepang, Cina, Benturan Kapal, Senkaku / Diaoyu, Hubungan Diplomatik