Laporkan Masalah

Persepsi dan Sikap Terhadap Risiko Bisnis: Perbedaan Skema Kognitif pada Pengusaha dan Bankir

SYARIFATUL UMAM , Rahmat Hidayat, S.Psi, M.Sc., Ph.D

2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Pengusaha dan bankir termasuk dalam dua dari sekian banyak jenis pelaku ekonomi yang sehari-harinya terpapar oleh risiko dan ketidakpastian tetapi tetap diharuskan membuat keputusan. Beberapa penelitian berusaha membandingkan kecenderungan sikap terhadap risiko pada pengusaha dan non-pengusaha, khususnya manager. Sebuah penelitian menggolongkan pengusaha sebagai seorang pengambil risiko atau individu yang cenderung lebih berani dalam mengambil risiko, sedang manager tidak terdorong untuk mengambil risiko. Namun berbagai hasil penelitian lainnya membantah hasil penelitian tersebut. Dengan demikian, maka penggolongan tersebut dapat dikatakan kurang akurat dan tidak relevan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan ruang masalah kognitif pengusaha dan bankir, sehingga dapat mendeskripsikan skema kognitif dalam persepsi dan sikap terhadap risiko bisnis atau pekerjaan, serta menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kedua profesi tersebut dalam pengambilan keputusan di antara pilihan berisiko. Dengan menggunakan metode think-aloud dan wawancara mendalam, penelitian ini melibatkan 3 orang pengusaha (pemilik dan pemimpin) dan 3 orang bankir (kepala cabang) yang di dipilih secara tidak acak. Hasil analisis protokol dan kluster penelitian ini menunjukkan bahwa pengusaha dan bankir memiliki kecenderungan sikap dalam mengambil risiko dan menunjukkan penggunaan ruang masalah kognitif yang serupa, tetapi menunjukkan proses kognitif yang berbeda. Pengusaha akan menetapkan batas risiko yang dapat diterima lalu menunjukkan persepsi mengontrol keuntungan dan risiko diwaktu yang bersamaan, sedang bankir akan menetapkan batas risiko lalu menunjukkan persepsi mengontrol keuntungan saja. Penelitian ini juga menemukan adanya indikasi bahwa pengusaha memiliki Need for Achievement (nAch) dan kepekaan terhadap peluang yang lebih tinggi dibanding bankir.

Entrepreneurs and bankers are two of many economic actors who face risk and uncertainty daily but still have to make decisions. Studies compared risk taking propensity of entrepreneurs and non-entrepreneurs, especially managers. A study classified entrepreneurs as good risk takers or tend to be braver in taking risk, while managers was not. However, other studies contradicted the previous study. Thus, that classification could be said less accurate and irrelevant. The present study aimed to compare the cognitive problem space use of entrepreneurs and bankers so that can describe the cognitive scheme, as well as find influential factors in decision making under risk and uncertainty for those professions. By using the think-aloud method and in-depth interview, this study involved 3 entrepreneurs (owner and director) and 3 bankers (head of a branch) who choose non-randomly. Protocol and analysis conducted are showed that entrepreneurs and bankers use similar cognitive problem space and have a similar risk-taking propensity, but they drew different cognitive process. Entrepreneurs determine the certain comfortable risk level and focus on controlling the outcomes and reducing the risk at the same time. Bankers determine the certain comfortable risk level and focus on controlling the outcomes only. This study also found an indication that entrepreneurs have a higher level of Need for Achievement (nAch) and opportunity recognition than bankers.

Kata Kunci : bankir, pengusaha, persepsi, risiko, sikap / attitude, bankers, entrepreneurs, perception, risk and uncertainty

  1. S1-2016-312552-abstract.pdf  
  2. S1-2016-312552-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-312552-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-312552-title.pdf