Laporkan Masalah

Strategi Bertahan Hidup Penambang Belerang Kawah Ijen

GANANG TRIATMA I, Prof. Dr. Susetiawan, S.U.

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Kawah Ijen merupakan sebuah kawah belerang yang ada di gunung berapi aktif dan termasuk kawah belerang terbesar di Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah ruah ini selain menjadi objek wisata juga menjadi sumber kehidupan berbagai kalangan, mulai dari perusahaan pemodal dan warga sekitar yang memanfaatkan serta mengolah belerang untuk berbagai tujuan. Penambang belerang yang masih menggunakan cara tradisional ini menarik perhatian penulis untuk melakukan penelitian, ditengah kemajuan zaman sekarang ini, pekerjaan yang penuh resiko dan terlihat minim hasil ini masih tetap dipertahankan oleh para penambang belerang Kawah Ijen dengan segala keterbatasannya. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana penambang belerang Kawah Ijen ini bertahan hidup, cara apa saja yang mereka gunakan untuk tetap bertahan hidup dengan keadaan pekerjaan dan lingkungan kehidupan mereka. Penelitian dilakukan di Desa Tamansari, desa yang terletak di kaki Gunung Ijen dimana terdapat perusahaan pengolah dan perusahaan pengelola Kawah Ijen yaitu PT. Candi Ngrimbi. Untuk mendapatkan informasi dan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposif sampling dimana peneliti memilih informan sesuai pengamatan sebelumnya, mana saja informan yang bisa memenuhi informasi dan data yang dibutuhkan, pemilihan informan yang mempunyai tujuan khusus yang diperoleh dari hasil pengamatan peneliti ketika di lapangan. Data yang diperoleh tidak hanya tulisan dari percakapan yang dilakukan penulis ketika mewawancarai informan yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun ada juga dokumentasi berupa data-data pendukung dan juga foto kegiatan yang bertujuan untuk mempermudah menggambarkan situasi yang terjadi di lapangan. Penambang belerang Kawah Ijen memiliki cara tersendiri untuk bertahan hidup. Pekerjaan menjadi penambang rata-rata sudah bertahan sejak 30 tahun yang lalu ketika informasi dan pendidikan belum semaju dewasa ini akan tetapi penambang masih memilih untuk bertahan menjadi penambang belerang untuk mencukupi kebutuhan hidup dan mensejahterakan diri dan keluarganya.

Ijen crater is a sulfur crater existed in volcanoes and it is one of the biggest sulfur craters in Indonesia. Not only wealthy source becomes the tourism place but also it becomes the source of life for the society, starting from the share companies and the citizens which utilize andprocess the sulfur for various purposes. The sulfur miners which still use the traditional way attracts the attention of the writer to conduct a research, in the middle of this sophisticated world, this risky and lack-of-result job is still preserved by the sulfur miners in ijen crater with all its obstacles. The writer used the qualitative method to describe how the sulfur miners of ijen crater could survive, what things they do to survive into the condition of their work and their living environment. This research was conducted in Tamansari village, a village which is located on the Hill of Ijen Mountain where there are Processor Company and a company which takes control over ijencrater, that is PT. CandiNgrimbi.To obtain information and the data needed in this research, the researcher used purposive sampling technique where the researcher chose the informants based on the previous observation to get to know informants that can fill the information and data needed. The choosing process of informants who have special purpose was done through the result of observation in the field. The data gathered was not from the script of conversation conducted by the writer when interviewing the informants decided before, but also from the documentation such as the supporting data and also the pictures of activities whose purpose was to ease the writer in describing the situation happened in the field. The sulfur miners of Ijen Crater have their own way to survive. The work of becoming miners has been there for 30 years when the information and education is not as progressive as in this modern world, but the miners have chosen to take a hold in becoming the sulfur miners to fulfill the needs of life and to have prosperous life for themselves and their families.

Kata Kunci : strategi, bertahan hidup, pemenuhan kebutuhan, kesejahteraan

  1. S1-2016-317823-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317823-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-317823-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-317823-title.pdf