Laporkan Masalah

Planning The Monitoring System For Dredging Productivity at Coal Mining Ponds of PT. Kaltim Prima Coal, Sangatta, East Kalimantan

FANNY KRISTIANTI, Dr. Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Kegiatan pertambangan menimbulkan banyak efek. Salah satu efek signifikan yang terjadi adalah kebutuhan akan kolam tambang di area tambang. Hal ini perlu dilakukan supaya kuantitas air yang berada di area tambang berkurang. Lumpur yang mengkontaminasi air harus dijauhkan dari outlet dan diendapkan di kolam terisolasi. Salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi jumlah lumpur adalah pengerukan. Fungsi dari kolam tambang harus di pertahakankan supaya kemampuan kapasitas optimum kolam tetap terjaga. Optimasi kapasitas kolam dapat dilakukan dengan mengurang endapan di dalam kolam. Cara yang dapat dilakukan adalah pengerukan dengan kapal keruk atau dengan excavator. Pengerukan dengan kapal harus di monitor secara berkala. Metode yang dilakukan adalah memonintor sample lumpur yang ada di area outlet tamabang. Namun jarak antara kolam yang berjauhan membuat jumlah sample yang didapat menjadi terbatas dan kurang menggambarkan kondisi kolam yang sesungguhnya. Oleh karena hal ini, maka diajukan untuk menggunakan metode automatic monitoring dengan alat density monitoring tools. Terdapat dua opsi yaitu menggunakan metode automatic atau mennggunakan meotde manual. Laporan ini dibuat untuk menentukan metode yang paling tepat untuk diterapkan. Setelah penelitian dilakukan, didapat hasil bahwa hubungan antara berat jenis dann person solid adalah signifikan sehingga dapat digunakan untuk mengestimasi jumlah persen solid yang ada di kolam. Operator kapal keruk juga cukup terbuka terhadap kedua meotde. Namun analisis ekonomi menunjukan bahwa metode automatic memberikan keuntungan lebih dari metode manual karena adanya peningkatan produktivitas. Keyword : Mining pond, dredging monitoring system, percentage of solid, economic analysis, human resources

Mining activity causes a lot of impacts. One of most significant impacts is the necessity to provide sump pond around the mining area. Reducing the water quantity around the mining area is needed. Sludge which contaminating the water, needs to be put as far as possible from the outlet of water. It has to be settled in an isolate pond. One of the methods used to remove the sludge is dredging. Function of the pond needs to be maintained so that it can keep the optimum capacity of water. Optimizing the capacity can be done by pond maintenance to reduce the sediment. Pond maintenance can be done with dredging and excavating with long arm excavator. Dredging needs to be monitored continuously. The usual method used to monitor the dredging operation is by taking the sample at the outlet. However, due to the far distance, number of sample taken is limited so it cannot describe the real condition. For this purpose then it is proposed to use the automatic monitoring system with application of density monitoring tools. There are two options, either using automatic method by density monitoring method or manual method by taking sample. This research is conducted to find out the most suitable monitoring method for dredging operation at the mining area. After research, it is found that relation between density and solid percentage is significant and can be used to estimate the solid percentage in mining pond. Human resources are also open enough to accept both methods. Economic analysis shows automatic method can give more profit than manual method with the productivity improvement as the performance indicator.

Kata Kunci : Mining pond, dredging monitoring system, percentage of solid, economic analysis, human resources