PERENCANAAN BANTARAN SUNGAI CODE SEBAGAI DESTINASI WISATA BERBASIS RIVER WALK
ANINDYA KENYO L, Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A.; Yulita Kusuma Sari, S.T., M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 PARIWISATASungai Code merupakan salah satu sungai yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Yogyakarta, di saat airnya masih jernih dan area sekitarnya masih asri. Kondisi tersebut berubah sejak bantaran sungai digunakan sebagai area pemukiman. Padatnya pemukiman tersebut menyebabkan menurunnya kualitas air akibat banyaknya limbah yang dibuang ke sungai, serta menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau. Berkat (alm.) Romo Mangun dan Pemerti Code, kini limbah yang dibuang ke sungai sudah berkurang. Kegiatan-kegiatan terkait pelestarian Sungai Code pun mulai banyak dilakukan, yang mana didukung oleh Pemda Yogyakarta. Pada tahun 2014, tersusunlah masterplan penataan kawasan Sungai Code oleh Pemda Yogyakarta. Sayangnya, hingga saat ini masterplan tersebut belum terealisasi. Penelitian-penelitian yang pernah dilakukan di sini pun sebagian besar hanya berakhir pada hasil penelitian. Maka perencanaan dengan tingkat realisasi yang tinggi sangatlah diperlukan. Perencanaan dengan basis river walk dipilih karena river walk identik dengan jalur pedestrian dan ruang terbuka hijau, sesuai dengan RTRW Yogyakarta tahun 2010 hingga 2029, yang mana bantaran sungai seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aset destinasi wisata di bantaran Sungai Code menggunakan komponen destinasi wisata, serta mengetahui kondisi fisiknya menggunakan prinsip 5C. Melalui metode kualitatif, penelitian ini dipaparkan hingga memperoleh hasil analisis yang akan digunakan sebagai bahan perencanaan. Hasil yang didapatkan adalah bantaran Sungai Code memiliki atraksi wisata alam dan budaya yang kuat, sehingga terdapat banyak aktivitas yang dapat dilakukan di sini. Namun, kondisi fisiknya memang belum memadai jika akan dijadikan destinasi wisata berbasis river walk. Maka, perencanaan yang dilakukan berupa rekayasa sederhana dari river walk.
Code River is one of rivers that become source of livelihood for Yogyakarta people, when the water was still clean and the surrounding area still magnificent. That condition changed since Code Riverbank used for slum area. That slum area causing decline in water quality by wastes that thrown into the river, also leads to reduce the open green space. Thanks to Romo Mangun (deceased) and Pemerti Code, now the wastes are decreasing. Activities related to Code river preservation were begun to do, which was promoted by the government of Yogyakarta. In 2014, master plan of Code River was published, but unfortunately, until now it has not been realized. Researches that have been done in here mostly just end up on the result. Therefore, planning with a high possibility of realization is needed. River walk is the base that was chosen because it is identical with pedestrian pathways and open green space, which in accordance with the RTRW Yogyakarta. The purpose of this study is to determine the condition of the asset of tourist destination in Code Riverbank using the tourist destination components and to know the physical condition using the 5Cs principles. Through qualitative methods, this study will be presented to obtain the results that will be used as planning materials. The results are Code Riverbank has amazing natural and cultural attractions, so there are many activities that can be done. However, the physical condition is not sufficient for river walk concept. Thus, the planning will be juts simple form of river walk.
Kata Kunci : perencanaan, Sungai Code, destinasi wisata, river walk, planning, tourism destination