Laporkan Masalah

PERANCANGAN STRUKTUR MENARA LATTICE TURBIN ANGIN DENGAN OPTIMASI BRACING

FELIX ORLIN, Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Terbatasnya akses listrik di daerah-daerah terpencil menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi Indonesia untuk mencapai kedaulatan di bidang energi dan pemerataan ekonomi nasional. Turbin angin merupakan jawaban atas permasalahan tersebut karena merupakan pembangkit listrik yang murah, ramah lingkungan serta memungkinkan untuk dibangun di daerah terpencil. Pembangunan turbin angin di daerah-daerah terpencil kadang terkendala akses transportasi dimana kendaraan berukuran besar tidak dapat mencapai lokasi, sehingga menara jenis lattice dipilih sebagai struktur pendukung turbin angin karena ringan, aman, murah dan dapat diurai menjadi batang-batang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang menara lattice yang murah, ringan dan dapat dibangun pada daerah-daerah terpencil. SAP2000 digunakan untuk menganalisis 6 buah model menara dengan variasi model bracing dan jarak vertikal antar bracing yang berbeda, kemudian hasil analisis digunakan untuk merancang model menara yang paling ringan, sederhana dan mudah untuk dipasang di daerah terpencil. Berdasarkan hasil analisis menara dengan kombinasi bracing tipe K pada bagian menara yang menyempit dan tipe X pada bagian menara yang datar terbukti menghasilkan menara yang ringan serta sederhana dengan berat total struktur sebesar 65,73 kN dan defleksi maksimal akibat kombinasi beban 1,2D+1W sebesar 62,58 mm. Kata kunci: turbin angin, menara lattice, bracing, optimasi

Limited access to the electricity is experienced by most of remote areas in Indonesia and becomes one of the main obstacle to achieve national sovereignty in terms of energy and economy. Wind turbine is the answers for it, because it is cheap, environment friendly and possible to be built in the remote area. The assembling of wind turbine in remote areas is often constrained by limited access to the location. It makes lattice tower is chosen as the support structure for wind turbine because it is light and can be released into small pieces. This research is aiming to design a lattice tower with an optimal bracing type and vertical gap between bracings. SAP2000 is used to analyze 6 different models with a variation in terms of type and gap between bracing, the result will be used to design the most light and simple tower which is easy to assemble. Based on the analysis, the combination of K bracing in tapered section of tower and X bracing in straight section is proved to produce the most light and simple structure with the total weight is 65.73 kN and the largest deflection is caused by 1.2D+1W load combination with 62.58 mm. Keyword: wind turbine, lattice tower, bracing, optimization

Kata Kunci : turbin angin, menara lattice, bracing, optimasi