Laporkan Masalah

BENTUK DAN TUJUAN AL-KALAM AL-KHABARIYYU DALAM PIDATO POLITIK PRESIDEN MUHAMMAD HUSNI MUBARAK PADA REVOLUSI MESIR 2011: ANALISIS MA'ANI

AMIRUL YAQIN F H, Dr. Amir Ma'ruf, M. Hum.

2016 | Skripsi | S1 SASTRA ARAB

Penelitian ini membahas tentang bentuk dan tujuan-tujuan penyampaian al-kalam al-khabariyyu dalam pidato politik Presiden Muhammad Husni Mubarak pada Revolusi Mesir 2011. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan tujuan-tujuan penyampaian al-kalam al-khabariyyu. Data penelitian berupa kalimat yang tergolong al-kalam al-khabariyyu. Adapun sumber data penelitian adalah tiga pidato politik Presiden Muhammad Husni Mubarak yang disampaikan pada saat Revolusi Mesir 2011. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dengan teknik dasar, yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Pada tahap analisis data, metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan baca markah digunakan. Selain menggunakan metode agih, tahap analisis data juga menggunakan metode kontekstual. Selanjutnya, tahap penyajian data menggunakan metode informal. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa al-kalam al-khabariyyu dalam pidato politik Presiden Muhammad Husni Mubarak pada Revolusi Mesir 2011 mempunyai tiga bentuk, yaitu al-kalam al-khabariyyu al-ibtida`iyyu, al-kalam al-khabariyyu at-talabiyyu, dan al-kalam al-khabariyyu al-`inkariyyu. Adapun ragam kalimat yang digunakan dalam masing-masing bentuk berupa jumlah ismiyyah dan jumlah fi'liyyah. Adapun tujuan-tujuan penyampaian al-kalam al-khabariyyu dalam pidato politik tersebut terbagi menjadi tujuan utama dan tujuan yang dapat teridentifikasi dengan melihat konteks. Tujuan utama penyampaian al-kalam al-khabariyyu adalah fa`idatul-khabar dan lazimul-fa`idah. Sementara itu, tujuan-tujuan penyampaian al-kalam al-khabariyyu yang dapat teridentifikasi dengan melihat konteks ada enam, yaitu izharul-fakhr (penunjukan rasa bangga), ad-da'watu ilal-ittihad (seruan untuk bersatu), al-isti'taf (permohonan belas kasih), at-tahzir (peringatan), at-ta'atuf (penunjukkan rasa empati), dan `izharul-wataniyyah (penunjukan semangat kebangsaan).

This research studies form of informative sentence and its purposes in president Muhammad Husni Mubarak political speech at the Egypt Revolution in 2011. The aim of this research is to describe the form and purposes of delivering informative sentence. The research data are sentences classified into informative sentence. The research data source are three political speeches president Muhammad Husni Mubarak delivered when the Egypt Revolution 2011. The research data are collected by the observational method with tapping technique as the basic technique and noting technique as advance technique. These techniques are used for providing data. While for analysis, the researcher uses distributional method or agih method with the basic technique, that is, bagi unsur langsung (BUL) and identified mark as advance technique. The informal method is used for presenting the result of the data analysis. Based on the research, it is found that informative sentence in political speech president Muhammad Husni Mubarak when the Egypt Revolution 2011 has three forms, those are, al-ibtida`iyyu, at-talabiyyu, and al-`inkariyyu. The verieties sentences used in each form are noun clause and verbal clause. The purposes of delivering informative sentence in that political speech are devided into primary purpose and purposes that can be identified by looking at the context (secondary purpose). The primary purposes of delivering informative sentence are fa`idatul-khabar and lazimul-fa`idah. Meanwhile, the purposes that can be identified by looking at the context are six kinds: showing pride, call for unity, request for marcy, warning, emphaty, and showing the national spirit.

Kata Kunci : al-kalam al-khabariyyu, pidato, Mesir.

  1. S1-2016-335180-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335180-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335180-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335180-title.pdf