Laporkan Masalah

Analisis Konsumsi Energi dan Emisi CO2 Bus Listrik Trayek Yogyakarta-Magelang

MUHAMMAD SOFYAN PARLIN, Rachmawan Budiarto, S.T.,M.T.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Sektor pengguna energi final komersil terbesar kedua adalah sektor transportasi. Hampir seluruh konsumsi energi di sektor transportasi berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sekitar 89% konsumsi BBM di sektor transportasi merupakan konsumsi sub sektor transportasi darat. Transportasi publik yang ada belum memadai di Indonesia sehingga masyarakat cenderung untuk menggunakan kendaraan bermotor milik pribadi, yang turut menyumbang emisi gas CO2 dan dapat mengakibatkan efek Gas Rumah Kaca (GRK). Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan BBM dan mengurangi emisi CO2 adalah dengan menggunakan transportasi umum berupa bus listrik sebagai sarana transportasi umum antar kota. Pada penelitian ini, dilakukan pengambilan data siklus berkendara dari bus Internal Combustion Engine (ICE) yang beroperasi di trayek Yogyakarta-Magelang menggunakan alat Global Positioning System (GPS). Berdasarkan data yang diperoleh, dilakukan perhitungan konsumsi energi dan emisi CO2 dari bus ICE, kemudian dibandingkan dengan konsumsi energi dan emisi CO2 dari bus listrik sesuai dengan skenario Kebijakan Energi Nasional (KEN). Melalui pengambilan data, diperoleh data siklus berkendara bus ICE trayek Yogyakarta-Magelang dengan jarak tempuh 113,34 km, waktu tempuh 10653 detik, kecepatan rata-rata 43,85 km/jam, dan kecepatan maksimum 87 km/jam. Dari data siklus berkendara tersebut, diperoleh hasil perhitungan konsumsi energi dari bus ICE sebesar 160,572 kWh dan bus listrik sebesar 61,05 kWh dalam satu siklus berkendara. Nilai emisi CO2 dari bus ICE adalah 42,58 kg, sedangkan nilai emisi CO2 bus listrik berdasarkan KEN Tahun 2025, 2030, dan 2050 berturut-turut adalah 30,57 kg, 29,75 kg, dan 27,23 kg.

The second largest of energy comercial user is transportation. Almost all of energy consumption in transportation are from fossil fuel, and approximately 89% of fuel consumption in the transport sector is the consumption of road transport sub-sector. Public transport there has not been adequate in Indonesia so that people tend to use privately owned motor vehicles, that contributes to CO2 emissions and causes green house effect. One effort to reduce the use of fuel and reduce CO2 emissions is to use public transportation such as electric buses as a public transport. This research carried out the data of driving cycle from Internal Combustion Engine (ICE) bus operating on the route Yogyakarta-Magelang using Global Positioning System (GPS). Based on the data obtained, the calculation of energy consumption and CO2 emissions, then compared to the energy consumption and CO2 emissions of electric buses in accordance with the scenario of the National Energy Policy (KEN). Through the driving cycle of ICE bus route Yogyakarta-Magelang with the distance 113,34 km, travel time 10653 seconds, average speed of 43,85 km/h and maximum speed of 87 km/h. The result of the energy consumption calculations are 160,572 kWh for ICE buses and electric buses amounted to 61,05 kWh in one driving cycle. CO2 emission of the ICE bus is 42,58 kg, while the CO2 emission electric bus by KEN in 2025, 2030 and 2050 respectively are 30,57 kg, 29,75 kg and 27,23 kg.

Kata Kunci : bus listrik, bus ICE, siklus berkendara, emisi CO2, konsumsi energi

  1. S1-2016-319588-abstract.pdf  
  2. S1-2016-319588-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-319588-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-319588-title.pdf