Laporkan Masalah

KECERNAAN IN VIVO PAKAN HIJAUAN BAYAMAN (Asystasia gangetica) PADA SAPI BALI BUNTING DAN TIDAK BUNTING DI PETERNAKAN RAKYAT TERINTEGRASI DENGAN KEBUN KELAPA SAWIT

M. RIFQI FASFAKHI, Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA.

2016 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia, konsumsi, dan nilai kecernaan pakan hijauan bayaman (Asystasia gangetica) pada sapi Bali dalam kondisi bunting dan tidak bunting. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan rakyat terintegrasi dengan kebun kelapa sawit yang berada di Desa Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Materi yang digunakan adalah 12 ekor sapi Bali betina, terdiri dari 6 ekor dalam kondisi bunting dan 6 ekor dalam kondisi tidak bunting. Pakan hijauan yang diberikan berupa bayaman yang merupakan gulma di lahan perkebunan kelapa sawit yang diberikan dalam kondisi segar sebanyak 15% dari bobot badan sapi tanpa pemberian pakan lain. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan total digestible nutrient (TDN) pada sapi bunting dan tidak bunting dalam satuan per ekor secara berturut-turut adalah 4509,02±108,74 dan 4986,45±181,53, 3921,32±90,89 dan 4286,21±158,35, 894,32±21,56 dan 988,81±35,99, 2518,34±60,72 dan 2784,44±101,37 g/ekor/hari. Konsumsi BK, BO, PK, dan TDN sapi bunting lebih rendah (P<0,05) dari pada sapi tidak bunting. Konsumsi BK, BO, PK, dan TDN pada sapi bunting dan tidak bunting dalam berat badan metabolis secara berturut-turut adalah 68,91±5,36 dan 73,52±6,96, 59,92±4,59 dan 63,19±5,92, 13,65±1,06 dan 14,58±1,38, 38,48±2,99 dan 41,06±3,89 g/kg BB0,75. Konsumsi BK, BO, PK, dan TDN dalam berat badan metabolis tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Kecernaan BK dan BO pada sapi bunting dan tidak bunting adalah 67,97±4,12 dan 64,08±5,62, 69,32±3,93 dan 64,73±5,48%. Kecernaan BK dan BO tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi kebuntingan tidak mempengaruhi konsumsi BK, BO, PK, TDN, dan kecernaan BK serta BO pakan. Kata kunci : Asystasia gangetica, Kebuntingan, Kebun kelapa sawit, Konsumsi, Sapi Bali, Kecernaan.

This study was aimed to determine the chemical composition, intake, and digestibility of bayaman forages (Asystasia gangetica) in pregnant Bali cattles and non pregnant Bali cattles. This study was carried out in an integrated farm with palm oil plantations at the Teluk Merbau village, District Dayun, Riau Province. Twelve heads of Bali cattles were used in this study, consisted of 6 pregnant cattles and 6 non pregnant cattles. The cattles were given bayaman which was an weed in palm oil plantations. Forages was given in fresh condition as much as 15% of body weight cattle without another feed. The data obtained was analyzed by Independent Sample T-Test. Dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP) and total digestible nutrient (TDN) intake of pregnant cattles and non pregnant cattles in per head were 4509,02±108,74 and 4986,45±181,53, 3921,32±90,89 and 4286,21±158,35, 894,32±21,56 and 988,81±35,99, 2518,34±60,72 and 2784,44±101,37 g/head/day, respectively. DM, OM, CP and TDN intake in per head of pregnant cattles lower (P<0,05) than that of non pregnant cattles. DM, OM, CP and TDN intake of pregnant cattles and non pregnant cattles in metabolic body weight were 68,91±5,36 and 73,52±6,96, 59,92±4,59 and 63,19±5,92, 13,65±1,06 and 14,58±1,38, 38,48±2,99 and 41,06±3,89 g/kg BW0,75, respectively. DM, OM, CP and TDN intake in metabolic body weight were non significant difference (P>0,05). DM and OM digestibility of pregnant cattle and non pregnant cattle were 67,97±4,12 and 64,08±5,62, 69,32±3.93 and 64,73±5.48%. DM and OM digestibility were non significant difference (P>0,05). It can be concluded that the pregnancy has no effect on dry matter, organic matter, crude protein, total digestible nutrients intake and dry matter and organic matter digestibility. Key words : Asystasia gangetica, Bali cattle, Digestibility, Intake, Palm oil plantations, Pregnant.

Kata Kunci : Asystasia gangetica, Kebuntingan, Kebun kelapa sawit, Konsumsi, Sapi Bali, Kecernaan.

  1. S1-2016-317719-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317719-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-317719-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-317719-title.pdf