Perbandingan Persepsi Tingkat Keparaan Maloklusi Antara Laki-Laki dan Perempuan Berdasarkan Aesthetic Component pada Index of Orthodontic Treatment Need (Kajian pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada)
GALUH CANDRA KIRANA, Drg. Darmawan S., S.U., Sp. Ort (K); Drg. J.C.P. Heryumani S., M.S., Sp. Ort (K)
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIPersepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh proses penginderaan. Selain tingkat pengetahuan ortodontik, faktor lain yang memengaruhi penilaian persepsi tingkat keparahan maloklusi adalah jenis kelamin. Penilaian persepsi berdasarkan estetika dapat diukur oleh aestethic component pada Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dan perbandingan persepsi tingkat keparahan maloklusi antara laki-laki dan perempuan berdasarkan aestethic component pada IOTN. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan rancangan cross sectional study. Sampel berjumlah 66 orang yang terdiri dari 33 mahasiswa laki-laki dan 33 mahasiswa perempuan dengan kisaran umur 18 sampai 23 tahun. Subjek diambil foto gigi-geliginya dari arah depan menggunakan kamera digital, kemudian hasil foto tersebut dinilai oleh subjek. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan foto gigi-geligi dengan skala visual aestethic component pada IOTN. Data yang diperoleh berupa angka dengan jenis data ordinal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji rerata dan uji U-Mann Whitney. Hasil uji rerata didapatkan sebesar 1,7727 dan nilai signifikasnsi uji Mann Whitney sebesar 0,146 (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada memiliki penilaian persepsi tingkat keparahan maloklusi yang baik dan tidak ada perbedaan persepsi tingkat keparahan maloklusi yang signifikan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan aestethic component pada IOTN.
Perception is the final process of observation that begins by sensing process. In addition to orthodontic knowledge, aesthetic perception assessment of malocclusion is also influenced by gender. Aesthetic perception assessment can be measured by aesthetic component of Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). The purpose of this study was to determine dental student's perception assessment of malocclusion and difference of perception assessment of malocclusion severity between men and women based on assessment using the aesthetic component of the IOTN. The study was an ex post facto by cross sectional study. Samples numbered 66 dental student consisting of 33 men and 33 women in a range of 18 to 23 years old. Subject's teeth was taken from frontal side by using a digital camera, the photographs assessed by the subject. Assessment was done by comparing the photograph of the teeth with the visual scale of the aesthetic component of IOTN. The data obtained were numeric ordinal data types. The data was analyzed by mean and U-Mann Whitney test. The test result shows mean of the data is 1,7727 and the p value is 0,146 (p>0,05). The conclusion of this study is that dental student's perception assessment of malocclusion is great and there is no significant difference for perception assessment of malocclusion severity between men and women is based on assessment using the aesthetic component of the IOTN.
Kata Kunci : assessment of aesthetic perception, aestethic component, and Indeks of Orthodontic Treatment Need (IOTN).