Perumusan strategi dan perencanaan strategis Kabupaten Polewali Mamasa
ABDULLAH, Budiutomo, Dr. Mardiasmo, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenPerkembangan sektor publik saat ini menuntut dilaksanakannya akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga-lembaga negara. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kineja inanajemen dan meningkatkan akuntabilitas intern (internul uccountubility) yang berdampak pada masyarakat Perbaikan kinerja .manajemen dan akuntabilitas intern mengharuskan peinerintah (pemerintah daerah) meninjau kembali sistem perencanaannya. Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan titik awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah. Perencanaan strategis instansi pemerintah memerlukan integrasi antara keahlian sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya agar mampu menjawab tuntutan perkembangan di lingkungannya, nasional dan global. Konsep perencanaan strategis memberi petunjuk bagaimana menghadapi dan inenanggulangi perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal melalui serangkaian tindakan di lingkungan internal. Lebi h dari itu, perencanaan strategis hahkan mampu memberikan petunjuk bagi para eksekutif dalam upaya mempengaruhi dan mengendalikan lingkungan itu, dan tidak hanya sekedar memberikan reaksi atas perubahan ditingkat eksternal tersebut. Dengan demikian, pemerintah daerah di harapkan tetap mampu mengendalikan arah perjalanannya menuju sasaran yang dikehendaki. Dalam pelaksanaannya, fomulasi strategi dan perencanaan strategis in1 tidak mudah dilakukan sebab pemerintah daerah belum terbiasa dengan proses tersebut. Kesulitan terbesar pemerintah kabupaten dan kota adalah sewaktu memformulasikan strategi serta menerjemahkannya kedalam perencanaan strategis. Kesulitan-kesulitan ini akan berpengaruh terhadap cara pengukuran dan evaluasi kinerja. Padahal semua kebijakan strategis, program dan kegiatan yang tercantum di dalam Renstra Daerah &an dievaluasi sebagai bagian dari kinerja Kepala Daerah sesuai dengan PP No. 108 tafmun 2000. Penelitian ini membahas tentang bagaimana perumusan strategi dan perencanaan strategis dilakukan dan menerapkan prosesnya bagi Pemerintah Daerah Polewali Mamasa. Proses ini meliputi dua bagian yaitu (1) perumusan strategi, (2) perencanaan strategis. Hasil perbandingan draft renstra Kabupaten Polewali Mamasa dengan sistematika SE versi Bangda menunjukkan bahwa rencana strategisnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam melakukan perumusan strateg dan perencanaan strategis h a w punya pemahaman yang mendalam dan skill tentang bagaimana proses itu dilakukan. Dengan demikian hasil penerapan tersebut diharapkan akan menghasilkan rencana strategis yang mempunyai ukuran had dan target yang jelas sehingga peningkatan kinerja manajemen dan akuntabilitas intern dapat diwujudkan
The development of public sector recently has demanding implementation of public accountability in public sector organization srrch as central government and regional, government working units, department and state institutions. This was meant to improve management performance and increase internal accountability that has impacted to citizens. The improvement of management performance and internal accountability has compelling the regional government to review again its planning system. In the accountability system of government institution performance, strategic planning is a starting point to measure performance of government institution. Strategc planning government institution is needed to integrate between human resource, and other resources in order to capable to respond demands of environment development, nationally and globally. The strategic planning concept gives a lead to deal with and ward off change that occur in external environment trough sets of action in internal environment. More than that, strategic planning affect and control the environment, and not just a change reaction on the external level. Therefore, regional government will capable to controlling their direction towards the desired target. In implementation, this strategy formulation and strategic planning are not done easily because regional government not yet used to with the process. The biggest difficulty of regency and city government is when formulating strategy and translates it into strategic planning. These difficulties will influence on the measurement method and performance evaluation. Whereas all of strategic policy, program and activity that are mentioned in Regional Strategic Planning wlll be evaluated as part of the regional leader performance as noted in PP No. 108 Tahun 2000. This research is studying about how strategy formulation and strategc planning been done and its implementation process for Regional Government of Polewali Mamasa. This process include two sections such as (1) strategy formulation, (2) strategic planning. The comparison result of strategic planning draft of Polewali Mamasa Regency with systematic of SE Bangda version shows that government of Polewali Mamasa Regency not yet capable to make their strategic planning goodly. The conclusion of this research is to formulate strategy and strategic Therefore the implementation result will induce strategic plan which have distinct mesurement result and target until improvment of management performance and internal accountability can be happened.
Kata Kunci : Perencanaan Strategi, Pemerintah Daerah, stage of strategy formulation and strategic planning