KEJADIAN INFEKSI CACING GASTROINTESTINAL PADA ANJING PELIHARAAN DAN ANJING HIDUP BEBAS DI YOGYAKARTA
ALDILA YUSUF SUDIANA, drh. Eryl Sri Rohayati, SU
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANAnjing merupakan hewan multifungsi bagi manusia. Seperti halnya hewan lain anjing juga mudah terkena berbagai penyakit baik itu anjing peliharaan maupun anjing hidup bebas. Penyakit yang sering muncul salah satunya akibat dari infeksi cacing gastrointestinal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian infeksi cacing gastrointestinal pada anjing peliharaan dan anjing yang hidup bebas di wilayah Yogyakarta. Sampel feses diambil sebanyak 25 dari anjing peliharaan yang diambil dari beberapa wilayah di Yogyakarta dengan umur yang bervariasi sedangkan 25 sampel dari anjing yang hidup bebas diambil dari pengepul di Bantul dan Godean. Identifikasi telur cacing menggunakan metode sentrifuse dan McMaster, kemudian data dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian 50 sampel feses dapat diketahui bahwa kejadian infeksi cacing gastrointestinal pada anjing peliharaan dan anjing hidup bebas lebih dominan pada anjing hidup bebas (100%) dibanding anjing peliharaan (68%). Kasus ankilostomiasis lebih banyak pada anjing hidup bebas (100%) dibanding anjing peliharaan (24%) dan menunjukkan nilai yang berbeda nyata (P<0,05). Kasus toksokariasis lebih banyak pada anjing peliharaan (56%) dibanding anjing hidup bebas (32%) namun demikian tidak menunjukkan nilai yang berbeda nyata (P>0,05). Kejadian infeksi berat pada anjing peliharaan disebabkan oleh Toxocara canis, sedangkan pada anjing hidup bebas disebabkan oleh Ancylostoma caninum. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan semua anjing baik anjing peliharaan maupun anjing hidup bebas dapat terinfeksi oleh cacing.
Dog is a multi beneficial animal for human being. As other animals, both pet and stray dog will be easily infected by many disease. The most common disease usually caused by gastrointestinal helminth infection. The aim of this experiment is to see the incidence of gastrointestinal helminth infection between pet dogs and stray dogs in Yogyakarta. Samples of faeces taken from 25 pet dogs from areas in Yogyakarta with various age and 25 from stray dogs from collectors dog from Bantul and Godean. The worm eggs identificated by using centrifuge flotation and McMaster methods, and the data analyzed quantitively. The result of research from 50 samples of feces showed incidence of gastrointestinal helminth infection in pet dogs and stray dogs are dominant on stray dogs (100%) than pet ones (68%). Incidence of ancylostomiasis in stray dogs (100%) more higher than pet dogs (24%) and showed values significantly different values (P<0,05). Incidence of toxocariasis in pet dogs (56%) is higher compared to stray dogs but did not showed significantly different values (P>0,05). The incidence of severe infections in pet dogs caused by Toxocara canis and severe infection in stray dogs caused by Ancylostoma caninum. Based on this result, it can be concluded that pet dogs and stray dogs can be infected by helminth.
Kata Kunci : anjing peliharaan, anjing hidup bebas, cacing gastrointestinal, kejadian infeksi.