Laporkan Masalah

Hubungan Kekompakan Kota (Urban Compactness) dan Kesehatan Kota (Urban Health) di Kawasan Perkotaan Yogyakarta

FATIMA PUTRI PRATIVI, M. Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D.Eng

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kota sebagai pusat pelayanan dan kegiatan tidak terlepas dari adanya fenomena urbanisasi, yang menyebabkan jumlah penduduk di kota semakin tahun semakin bertambah. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, namun luas lahan tetap, menyebabkan kota semakin padat dan tidak menutup kemungkinan muncul fenomena urban sprawl di sekitar kota. Kejadian tersebut memicu munculnya berbagai permasalahan kota seperti, kemacetan, polusi, permukiman kumuh, dan sebagainya, sehingga diperlukan solusi pembangunan berkelanjutan untuk menyelesaikannya. Kemudian muncul konsep-konsep pembangunan kota yang mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan, seperti konsep kota kompak (compact city) dan kota sehat (healthy city). Keduanya sama-sama memiliki satu tujuan, untuk mensejahterakan masyarakat. Beberapa kota di Indonesia saat ini mengalami pelebaran sifat fisik kekotaan dan membentuk wilayah perkotaan, salah satunya adalah Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY), yang merupakan kawasan hasil aglomerasi dari Kota Yogyakarta. Dengan kedua konsep pendekatan, tingkat kekompakan kota (urban compactness) dan tingkat kesehatan kota (urban health), diharapkan mampu mewujudkan KPY yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antar keduanya di KPY. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif-kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik Structural Equational Modelling (SEM) dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, beberapa variabel dari tingkat kekompakan dan kesehatan kota di KPY sudah tinggi, namun belum menacapai nilai ideal. Setelah dianalisis dengan SEM, terbukti bahwa model urban compactness dan urban health fit (cocok). Namun hubungan keduanya di Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) berbanding terbalik, setiap kenaikan 1 satuan urban health akan mengurangi 0,743 satuan urban compactness. Kata Kunci: Urban Compactness, Compact City, Urban Health, Healthy City, Structural Equational Modelling, Kawasan Perkotaan Yogyakarta.

City as a center of service and activities is inseparable from the phenomenon of urbanization, which leads to the increasing number of citizens annually. The increasing number of population while at the same time the area of the land remains unchanged can make the city becomes denser and probably make the phenomenon of sprawling around the suburban inevitable. Further, such occasion may trigger the rise of numerous urban problems be it traffic congestion, air pollution, substandard dwellings, slums and so on. Then there are some urban development concepts which are derived from the sustainable development principles, such as compact city and healthy city concepts. Both concepts have the same goal to improve the citizens’ welfare. Nowadays, some cities in Indonesia are experiencing the extention of physical urban characteristics which forms the urban area. One of those is Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) which is the result of the agglomeration of Yogyakarta City. By taking into account the concept of urban compactness and urban health into the spatial development of KPY, it is expected that this urban area will become more sustainable. The aim of this research is to examine the correlation between both concepts within the KPY boundaries. The method used in this research is deductive-quantitative by using Structural Equational Modelling (SEM) statistical analysis with 95% confidence level. Based on the analysis done in this research, it is identified that several variables of the urban compactness and health show a high rate but have yet to reach the ideal value. After being analyzed by SEM, it is proven that urban compactness and urban health models fit into each other. However, the correlation value between those models is negative. For each 1 increase in urban health measurement will reduce 0,743 urban compactness measurement. Keywords: Urban Compactness, Compact City, Urban Health, Healthy City, Structural Equational Modelling, Kawasan Perkotaan Yogyakarta.

Kata Kunci : Urban Compactness, Compact City, Urban Health, Healthy City, Structural Equational Modelling, Kawasan Perkotaan Yogyakarta.

  1. S1-2016-329996-bibliography.pdf  
  2. S1-2016-329996-title.pdf