Menemukan Indikasi Fraud Penyedia Barang atau Jasa pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik: Aplikasi Teknik Audit Berbantuan Komputer Berbasis Open Source
HARI MUTTAHARI, Fitri Amalia, S E., M.Sc.,
2016 | Skripsi | AKUNTANSIPenerapan tata kelola pemerintahan yang mengarah pada berkurangnya indikasi praktik KKN melalui penggunaan sistem pengadaan barang dan jasa secara terbuka dan terintegrasi pada lima tahun terakhir menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mewajibkan penggunaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada instansi dan lembaga pemerintahan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji layanan tersebut dengan aplikasi Teknik Audit Berbantuan Komputer Berbasis Open Source, Picalo, berdasarkan indikasi fraud berikut yakni; adanya peserta fiktif melalui daftar wilayah administratif D.K.I Jakarta atau daftar peserta lelang dalam daftar hitam INAPROC, analisis tingkat penawaran salah satu peserta lelang terlalu tinggi atau rendah dibandingkan peserta yang lain di dalam pengadaan yang sama, serta menemukan pemenang lelang pengadaan bukan dengan harga penawaran terendah, dan indikasi rotasi pemenang lelang antar pengadaan. Metode fuzzy matching dan analisis z-score digunakan untuk mendeteksi penyimpangan. Data berasal dari laman LPSE Provinsi DKI Jakarta pada tahapan lelang sudah selesai dengan jumlah 6256 lelang dalam waktu informasi berada pada pagu anggaran tahun 2011-2015, pada saat penelitian ini dilakukan jumlah lelang dalam tahapan sudah selesai masih terus bertambah. Sampel penelitian meliputi 1443 data lelang dengan total terdapat 2997 kali harga penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya peserta fiktif pada lelang kategori barang konsumsi dan habis pakai, akan tetapi terdapat penyedia yang masuk dalam daftar hitam, rentang harga penawaran di beberapa lelang yang relatif terlalu rendah atau terlalu tinggi dalam satu pengadan, pemenang lelang bukan dengan harga penawaran terendah dan indikasi rotasi pemenang pada keluaran layanan pengadaan secara online.
The Implementation of governance leading to reduced indication of corrupt practices through the utilization of an open and integrated goods and services procurement system, in the last five years, is mandatory. One effort is done by obliging the government agencies and institutions to use Electronic Procurement Service (LPSE). This study aims to test this services using an Open Source based Computer Assisted Audit Techniques Application, Picalo, based on several indicators, including: fictitious participants in the enlisted administrative regions of DKI Jakarta electronic data or the black listed Bidders in INAPROC; analysis of level of offers from each of the participants of the auction which is too high or low compared to the other participants in the same procurement; procurement auction winner who did not bid the lowest price and; indication of rotation of auction winner between each procurement. Fuzzy matching and analysis of z scores were used to find irregularities. The data was obtained from LPSE Jakarta at an already finished auction stage with the number of auctions were 6256, in which the information was on 2011-2015 of budget ceiling. At the time this study was conducted, the auction numbers which deemed already completed stage is still growing. The research sample includes 1443 auction data with a total of 2997 price offer. The results showed that there were no fictitious auction participants on the categories of consumption and consumables goods, but there were active providers who found participating even though they were black listed, the range of the price offer at some auctions were relatively too low or too high in one procurement, winner of the auction was not those who bids the lowest and there was indication of rotation of winner on the output data of the online procurement services.
Kata Kunci : e-procurement, Sistem Pengadaan Secara Elektronik, fraud, Picalo