Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Sikap mengenai Pemilihan Makanan dan Frekuensi Konsumsi pada Konsumen Angkringan di Kota Yogyakarta
ANISA DWI LESTARI , Dr. Lily Arsanti Lestari, STP, MP ; Fatma Zuhrotun Nisa', STP, MP
2016 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang masuk lima besar tingkat konsumsi makanan berisiko di Indonesia. Banyak faktor yang mendorong perilaku konsumsi makanan berisiko di Yogyakarta, salah satunya disebabkan oleh berjamurnya makanan jajanan atau street food. Salah satu metode penjualan makanan jajanan yang khas di Yogyakarta adalah angkringan. Meskipun memberikan kemudahan, tetapi angkringan menyajikan makanan dengan kualitas rendah. Faktor yang mempengaruhi pemilihan jajanan oleh seseorang yaitu meliputi faktor internal seperti pengetahuan gizi, kecerdasan, persepsi, emosi, dan motivasi dari luar serta faktor ekternal. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan gizi terhadap sikap mengenai pemilihan makanan dan frekuensi konsumsi pada konsumen angkringan di Kota Yogyakarta. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 213 konsumen angkringan di wilayah Kecamatan Jetis dan Umbulharjo, yang ditentukan dengan metode propionate stratified sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian : Pengetahuan gizi berhubungan secara bermakna terhadap sikap mengenai pemilihan makanan (p = 0,00 dan r = 0,422). Akan tetapi, tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi terhadap frekuensi konsumsi konsumen angkringan (p = 0,144 dan r = -0,1). Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dengan sikap mengenai pemilihan makanan. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan frekuensi konsumsi konsumen angkringan.
Background : Yogyakarta is province that included the top five risk foods consumption behavior in Indonesia. Many factors which encourage risk foods consumption in Yogyakarta, one of them is very easy to find street food. One of typical street food in Yogyakarta is Angkringan. However angkringan give easiness, it serve low diet quality. Factors influencing the choice of foods by consumer are intern and external factor, intern factor likes nutritional knowledge, intelligence, perception, emotion, and motivation. Objective : to investigate association between nutrition knowledge with attitude about food choice and consumption frequency of angkringan consumer in Yogyakarta. Method : This study was an observational research with cross sectional design. This research involved 213 angkringan cunsumers in Jetis and Umbulharjo districts and sample were collected by propionate stratified sampling method. Data was analysed using spearman correlation test. Result : Nutritional knowledge was significantly related to attitude about food choice (p = 0,00 dan r = 0,422). But, there was no significant between nutritional knowledge and consumption frequency of angkringan consumer (p = 0,144 dan r = -0,1). Conclution : There was relationship between nutritional knowledge and attitude about food choice. There was no relationship between nutritional knowledge and consumption frequency of angkringan consumer.
Kata Kunci : angkringan, pengetahuan gizi, sikap, frekuensi konsumsi