UJI KHI-KUADRAT DAN ESTIMASI FREKUENSI GENOTIP KONDISI BULU, BENTUK COMB DAN WARNA SHANK KETURUNAN BERDASARKAN SIFAT KUALITATIF DARI TETUA AYAM LEGUND (NAKED NECK FOWL)
LARAS GELAR SASMI, Prof. Dr. Ir. Jafendi H. P. Sidadolog;Dr. Ir. Sri Sudaryati, MS.
2016 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hasil dari uji khi-kuadrat dan estimasi frekuensi genkondisi bulu, bentuk combdan warnashankketurunan berdasarkan sifat kualitatif dari tetua ayam Legund (Nacked neck fowl).Penelitian menggunakan tetua ayam Legund dengan 3 tahap penelitian A. Kondisi bulu: 8 ekor pejantan heterozigot (Nana), 21 betina heterozigot (Nana), 16 ekor betina dengan kemungkinangenotip homozigot/heterozigot singleplus (NaNa/Na+na), 3 ekor betina homozigot dengan kemungkinan genotip singleplus (Na+Na/NaNa+); B. Bentuk comb: 4 ekor pejantan single (rrpp), 4 ekor pejantan dengan kemungkinan genotip ros (R_pp), 18 ekor betina single(rrpp), 1 ekor betina dengan kemungkinan genotip ros (R_pp)dan 21 ekor betina dengan kemungkinangenotip pea (rrP_); C. Warna shank: 4 ekor pejantan dengan kemungkinan genotip kuning (Id_ww), 3 ekor pejantan dengan kemungkinan genotip putih (Id_W_), 1 ekor pejantan dengan kemungkinan genotip biru/hitam(ididW_), 21 ekor betina dengan kemungkinan genotip kuning (Id_ww), 7 ekor betina dengan kemungkinan genotip putih (Id_W_) dan 12 ekor betina dengan kemungkinan genotipbiru/hitam (ididW_).Setiap pejantan dikawinkan dengan 5 ekor betina. Hasil masing-masing kelompok perkawinan berdasarkan kondisi bulu, bentuk comb dan warna shank keturunan dianalisis menggunakan uji khi-kuadrat (X2).Estimasi frekuensi gen berdasarkan kondisi bulu, bentuk comb dan warna shank keturunan dianalisis menggunakan hukum Hardy-Weinberg.
This research was doing to understand of the results fromthe chi-square analysis and frequency gene estimation progeny of the fowl condition, comb shape and shank color based on qualitative from the Naked neck fowl parents. This research used Naked neck fowl parents with 3 steps of research A. Fowl condition: 8 male of heterozigous (Nana), 21 female of heterozygous (Nana), 16 female with probability genotype homozygous/ heterozygous single plus (NaNa/ Na+na), 3 female homozygous with probability genotype single plus (Na+Na/ NaNa+); B. Comb shape: 4 male with single genotype (rrpp), 4 male with genotype probability rose (R_pp), 18 female with single genotype (rrpp), 1 female with genotype probability rose (R_pp) and 21 female with genotype probability pea (rrP_); C. Shank color: 4 male with genotype probability yellow (Id_ww), 3 male with genotype probability white (Id_W_), 1 male with genotype probability blue/ black (ididW_), 21 female with genotype probability yellow (Id_ww), 7 female with genotype probability white (Id_W_) dan 12 female with genotype probability blue/ black (ididW_).Every male was breed with 5 female. Results of the every group of progeny based onfowl condition, comb shape and shank color was analysed withchi-square (X2).Estimation gene frequncy progeny based on fowl condition, comb shape and shank color was analysed with Hardy-Weinberg law.
Kata Kunci : Ayam Legund, kondisi bulu, bentuk jengger, warna cakar, sifat kualitataif, uji khi-kuadrat; Chicken fowl condition, comb shape, shank colour, qualitative, qhi-square analysis