Laporkan Masalah

EVALUASI KESESUAIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS DI INSTALASI RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE JANUARI - DESEMBER 2014

ARISKA DEFFY A, Septimawanto DwiPrasetyo, M.Si., Apt

2016 | Skripsi | S1 FARMASI

Infeksi saluran pernafasan bagian Atas merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Riskesdas tahun 2013 melaporkan Period prevalence Infeksi Saluran Pernafasan Akut Insiden dan prevalensi Indonesia tahun 2013 adalah 1,8% dan 4,5%. Tingginya prevalensi infeksi saluran pernafasan atas berakibat pada tingginya konsumsi obat terutama antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui antibiotik yang digunakan untuk terapi pasien, kesesuaian pengobatan dengan formularium rumah sakit, dan kesesuaian penggunaan antibiotika berdasarkan WHO tahun 2001. Penelitian ini merupakan rancangan deskriptif evaluatif yang menggunakan data retrospektif yaitu rekam medik pasien rawat inap dengan diagnosis utama infeksi saluran pernafasan atas yang menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari hingga Desember 2014. Data yang dikumpulkan antara lain identitas diri pasien, tangggal masuk dan tanggal keluar rumah sakit, diagnosis utama, penyakit penyerta, data kondisi klinis pasien, data hasil uji laboratorium, serta informasi obat yang diberikan. Sampel yang digunakan sebanyak 46 pasien terdiri dari 57% pasien perempuan dan 43% pasien pria dengan 50% didominasi kelompok bayi (0 sampai 2 tahun). Sebanyak 93% pasien mengalami infeksi saluran pernafasan atas non spesifik dan 7% lainnya faringitis. Golongan antibiotik yang paling dominan adalah sefalosporin (93%) dengan sefotaksim (73%) merupakan jenis terbanyak. Sebanyak 70% antibiotik diberikan dengan nama generik dan 80% digunakan secara intravena. Sebanyak 52 antibiotik (96%) dikatakan tepat indikasi namun hanya 2% dikatakan tepat obat berdasarkan WHO tahun 2001. 100% antibiotika sudah tepat pasien, dan sebanyak 56 (100%) antibiotik diberikan dengan tepat rute, 88% tepat frekuensi dan 87% tepat jumlah takaran atau dosis.

Upper Respiratory Tract Infection (URTI) is one of the infectious disease that becomes a leading cause of high morbidity and mortility in world. Riskesdas (2013) reported that the incidence and prevalence of URTI in Indonesia was around 1,8% and 4,5% respectively. Due to high of prevalence of URTI, it affects to the high use of antibiotic drugs to treat the disease. This study aims to find the antibiotics that frequently used to treat URTI patients, the compatibility between the drugs with the hospital formulary and also to ensure the using of antibiotics according to WHO in 2001. This study was done by retrospective analysis using medical history of inpatients with the main diagnosis of URTI in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital from January to December 2014. The data were consisted of patient' identity, in and out date of patients in hospital, main diagnosis, morbidities, patient clinical data, lab test, and drugs list that given to patient. This study used 46 patients, consisted of 57% women and 43% men, with around 50% were dominated by infants group (aged 0 to 2). As many as 93% patients were diagnosied with non spesific URTI while 7% remaining were detected of pharyngitis. Antibiotics which most frequently used to treat were cephalosporin (93%) and cefotaxime (73%). About 70% of those antibiotics were given by its generic name and 80% of them were administrated by intravenous. Total of 52 antibiotics (96%) were in right indication, but only 2% were counted as right medicine according to WHO in 2001. In total, 100% of the used antibiotics were already in right patients and right route, meanwhile 88% and 87% were in right frequency and right dose usage respectively.

Kata Kunci : Infeksi Saluran Pernafasan bagian Atas, Antibiotik, Ketepatan, PKU Muhammadiyah Yogyakarta

  1. S1-2016-333362-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333362-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333362-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333362-title.pdf