Laporkan Masalah

EFEK CHITOSAN EKSTRAK KULIT UDANG TERHADAP PERLEKATAN Streptococcus mutans ATCC 25175 PADA SEL EPITEL BUKAL in vitro

CLAUDIA TWISTASARI A, Prof. Dr. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc.; Dr. drg. Alma L. Jonarta, M.Kes.

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Perlekatan mikroorganisme patogen mulut ke jaringan inang merupakan tahap awal terjadinya infeksi. Chitosan merupakan polimer kationik dan agen antibakteri terutama bakteri Gram positif, dengan membentuk ikatan elektrostatik ke permukaan negatif bakteri dan jaringan inang. Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif dan termasuk flora normal mulut yang dapat berubah menjadi bakteri patogenik primer. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek chitosan ekstrak kulit udang galah (Macrobrachium rosenbergii) sebagai agen antibakteri, terhadap mekanisme perlekatan S. mutans pada sel epitel bukal manusia. Konsentrasi hambatan minimal (KHM) chitosan yang efektif menghambat pertumbuhan S. mutans ATCC 25175 dievaluasi dengan metode pengenceran bertahap setiap 10 kali. Kemampuan aktivitas antibakteri chitosan dievaluasi tiap konsentrasi chitosan sebesar KHM, 2 kali pengenceran sebelum KHM (KHM ½x), dan 2 kali pengenceran setelah KHM (KHM 2x) secara mikroskopis setiap 30 menit sampai menit ke-120, dengan dan tanpa pewarnaan fluoresen AO/EB. Kemampuan chitosan untuk menghambat terbentuknya perlekatan S. mutans ke sel bukal menggunakan pewarnaan fluoresen FITC, dengan menghitung S. mutans yang melekat pada 20 sel bukal. Data dianalisis menggunakan Two-ways ANOVA untuk uji aktivitas antibakteri dan One-way ANOVA untuk uji adhesi, serta keduanya diuji Post Hoc menggunakan Tukey HSD (p<0,01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh bermakna chitosan ekstrak kulit udang sebagai agen antibakteri dan anti-perlekatan terhadap sediaan S. mutans ATCC 25175 ke epitel bukal. Nilai KHM untuk chitosan ekstrak kulit udang adalah 1%. Konsentrasi chitosan KHM ½x atau 100% memiliki kemampuan antibakteri dan anti-perlekatan tertinggi, sedangkan KHM 2x atau 0,01% yang terendah. Pada peningkatan waktu inkubasi tiap 30 menit, jumlah S. mutans menurun dan mencapai titik terendah pada menit ke-120. Kesimpulan penelitian ini adalah chitosan ekstrak kulit udang galah dapat menghambat terjadinya perlekatan antara S. mutans dengan sel bukal. Semakin besar konsentrasi chitosan dan waktu inkubasinya, semakin tinggi kemampuan antibakteri dan anti-perlekatannya. Selain itu, chitosan juga dapat berperan sebagai agen bakteriostatik dan bakterisidal

The adherence of oral pathogenic microorganisms to host tissues is the initial step for successful process of oral diseases. Chitosan, a cationic polymer may act as an antibacterial agent to pathogen especially Gram positive bacterial, by creating electrostatic bounds with the bacteria and host's surface. Streptococcus mutans is one of gram positive bacteria and also flora normal in oral cavity, which may transforms into primary pathogenic bacteria. This study aimed to determine the effect of chitosan from shrimp (Macrobrachium rosenbergii) shells extract, as an antibacterial agent, on adhesion of S. mutans to human buccal epithelial cells. The minimum inhibitory concentration (MIC) of chitosan was evaluated using serially diluted tenfold. The antibacterial activity of chitosan using 2 times dilution before MIC (MIC ½x), MIC, and 2 times dilution after MIC (MIC 2x) was examined in the period of 120 minutes every 30' using microscopy technique with and without AO/EB fluorescence staining. Furthermore, the ability to inhibit microbial adhesion to buccal cells was determined using fluorescence microscopy technique, with FITC staining, by counting S. mutans which adheres on each 20 buccal cells. Statistical analysis of one-way ANOVA and two-way ANOVA were used to evaluate time kill assay and adhesion assay, while Tukey HSD was used as Post-Hoc (p<0.01). Chitosan from shrimp shell extract demonstrated significant (p<0.01) antibacterial and anti-adherence activity against oral microorganisms S. mutans (ATCC 25175) to buccal cells. MIC value of chitosan from shrimp shells was 1%, in which chitosan concentrations of MIC ½x (100%) and MIC 2x (0.01%) had the highest and the lowest ability; respectively, not only as an antibacterial but also anti-adherence effects. Incubation time 120' indicated the lowest amount of S. mutans and this amount increased every decrease of 30'. Thus, chitosan from shrimp (Macrobrachium rosenbergii) shells extract can inhibit adherence of S. mutans to buccal cells. The higher chitosan concentration and incubation time, the higher antibacterial and anti-adherence ability. It also indicates that chitosan may act as bacteriostatic and bactericidal agent.

Kata Kunci : Chitosan, Streptococcus mutans, Anti-adherences, Antibacterials

  1. S1-2016-335548-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335548-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335548-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335548-title.pdf