Laporkan Masalah

Zona Kerentanan Gerakan Massa Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta

IKHWAN REZKY NASUTION, I Gde Budi Indrawan, S.T., M. Eng., Ph.D

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Gerakan massa merupakan salah satu bencana yang terjadi pada Kabupaten Kulon Progo. Longsor yang terjadi pada daerah Kulon progo pada tahun 2014 terjadi sekitar 154 kejadian (BPBD, 2014). Gerakan massa di daerah Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo terjadi karena pengaruh parameter seperti kemiringan lereng, kondisi geologi, tingkat pelapukan batuan, tata guna lahan, tata air lereng, dan intensitas kekar yang intensif mengontrol daerah penelitian, sehingga memungkinkan terdapatnya titik-titik potensi gerakan massa pada daerah penelitian dan telah terjadinya beberapa titik longsor pada desa Jatimulyo tersebut. Pemetaan zona kerentanan gerakan massa yang digunakan adalah metode kualitatatif dengan metode pembobotan berdasarkan distribusi jumlah titik longsor yang terjadi pada daerah penelitian dan pengaruh parameter seperti kemiringan lereng, kondisi geologi, tingkat pelapukan batuan, tata guna lahan, tata air lereng, dan intensitas kekar yang intensif mengontrol daerah penelitian. Penelitian dilakukan secara langsung dilapangan dan menggunakan SIG sebagai alat visualisasi dan interpretasi data dan juga digunakan sebagai alat analisis. Setiap parameter dilakukan pembobotan dan menghasilkan peta-peta yang ditumpang tindihkan dan dibagi menjadi tiga zona kerentanan gerakan massa yaitu zona kerentanan gerakan massa rendah, zona kerentanan gerakan massa sedang, dan zona kerentanan gerakan massa tinggi, Hasil dari metode ini menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki zona kerentanan gerakan massa rendah, zona kerentanan gerakan massa sedang dan zona kerentanan gerakan massa tinggi, Kemudian identifikasi gerakan massa menunjukkan tipe gerakan massa luncuran dan jatuhan.

Mass movement is one disaster that occurred in Kulon Progo Regency. The landslide occurred in the area of Kulon Progo in 2014 occurred around 154 incidents (BPBD, 2014). Mass movement in the area of Jatimulyo village occurs due to the influence of parameters such as the slope, geological condition, the rate of weathering of rocks, land use, drainase system slope, intensity of the joint intensive control research area, thus allowing multiple points of potential mass movement in the area of research and has been the occurrence of several points landslides at Jatimulyo village. Mass movement susceptibility zone mapping used was qualitative by the method of weighting method based on the distribution of the landslide which occurred in the area of research and the influence of parameter such as the slope, geological condition, the rate of weathering of rocks, land use, water system slope, intensity of the joint intensive control research area. Research conducted directly in field and the use of GIS as a tool of visualization and interpretation of data and also used as a tool of analysis. Every parameter of the weighting done and produce maps that are overlaid and classified in three zones of mass movement susceptibility of low, medium, and high mass movement susceptibility zone in which represents a mass movement susceptibility map. The result of this method showed that researched area has low mass movement susceptibility zone, intermediate mass movement susceptibility zone and high mass movement susceptibility zone, then the identification of the mass movement suggests the type of sliding and rockfall.

Kata Kunci : Zona kerentanan Gerakan massa, SIG, Metode Kualitatif.