PERBANDINGAN SIMPLE NUTRITION SCREENING TOOL DAN NUTRITIONAL RISK SCREENING 2002 DENGAN SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT DAN DIALYSIS MALNUTRITION SCORE PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
FARAH FAZA, Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes; dr. Bambang Djarwoto, Sp.PD-KGH
2016 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANINTISARI Latar Belakang: Risiko malnutrisi pada pasien hemodialisis harus diketahui secara rutin untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya malnutrisi yang dapat meningkatkan perkembangan morbiditas dan mortalitas. Hal tersebut dapat diketahui dengan skrining gizi. Alat skrining gizi telah banyak dikembangkan, diantaranya SNST dan NRS 2002. Beberapa penelitian terkait perbandingan SNST dengan alat skrining gizi lain telah dilakukan namun belum ada penelitian untuk mengetahui keberhasilan alat skrining ini dalam menilai risiko malnutrisi pada pasien HD rawat jalan. Tujuan: Mengetahui hubungan dan kemampuan SNST dan NRS 2002 sebagai alat skrining gizi dalam memprediksi malnutrisi terhadap SGA dan DMS sebagai alat asesmen gizi pada pasien HD rawat jalan di RSUP Dr. Sardjito Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Jumlah subjek sebanyak 105 pasien hemodialisis rutin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sampel diambil secara purposive sampling. Semua subjek diskrining menggunakan SNST dan NRS 2002 kemudian diasesmen menggunakan SGA dan DMS. Analisis hubungan antara alat skrining dengan alat asesmen menggunakan chi-square serta dihitung nilai validitas SNST dan NRS 2002 terhadap baku emas SGA. Hasil: Terdapat hubungan bermakna(p<0.001) baik antara SNST dengan SGA (PR=24.75) maupun antara NRS 2002 dengan SGA (PR=6.83); terdapat hubungan bermakna (p<0.001) baik antara SNST dengan DMS (PR=17.73) maupun NRS 2002 dengan DMS (PR=4.88); validitas SNST lebih baik dari NRS 2002 terhadap baku emas SGA dalam memprediksi malnutrisi pada pasien hemodialisis dengan nilai Se 94.3%; Sp 60%; PPV 54.1%; NPV 95.4%; dan AUC 0.847. Kesimpulan: Baik SNST maupun NRS 2002 mempunyai hubungan bermakna dengan asesmen gizi berdasarkan SGA dan DMS dengan nilai PR lebih tinggi SNST dibandingkan NRS 2002. Dengan demikian, SNST lebih baik dalam mengestimasi kejadian malnutrisi dibandingkan NRS 2002. Skrining SNST mempunyai validitas lebih baik dari NRS 2002 terhadap baku emas SGA sehingga, SNST merupakan prediktor yang baik dalam memprediksi malnutrisi pada pasien hemodialisis.
ABSTRACT Background: Nutritional risk in hemodialysis patients must be checked routinely to identify malnutrition probability so that morbidity and mortality in hemodialysis patients can be decreased. Nutritional risk is checked by nutritional screening tool. There are many screening tool developed, the newly one is SNST. Nutritional screening tool of SNST has a good validity and reliability for adult patients. There are some research about comparison of SNST and other nutritional screening tool but, there is still no research about comparison of SNST and NRS 2002 and the ability to predict malnutrition in hemodialysis patients. Objective: Determine association and ability of SNST and NRS 2002 as nutritional screening tool to predict malnutrition toward SGA and DMS as nutritional assessment tool for hemodialysis patients in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Methods: This study was an observational study with a cross-sectional study design. Data were collected from 105 patients with CKD who undergoing routine hemodialysis in Dr. Sardjito hospital. The study population was selected using purposive sampling method. All subject�¢ï¿½ï¿½s nutritional status were screened by SNST and NRS 2002, then assessed by SGA and DMS. Further, association of SNST and NRS 2002 to SGA and DMS were analyzed. Then, validity value of SNST and NRS 2002 were calculated toward SGA as a gold standard. Results:There is association (p<0.001) either SNST and SGA (PR=24.75) or NRS 2002 and SGA (PR=6.83); there is association (p<0.001) either SNST and DMS (PR=17.73) or NRS 2002 and DMS (PR=4.88); SNST has better validity than NRS 2002 toward SGA as a gold standard to predict malnutrition for hemodialysis patients. The validity value of SNST is Se 94.3%; Sp 60%; PPV 54.1%; NPV 95.4%; and AUC 0.847. Conclusion: Either SNST or NRS 2002 have association with SGA and DMS. Ratio prevalence of SNST is higher than NRS 2002 generally. So, SNST is better than NRS 2002 to estimates malnutrition for hemodialysis patients. SNST also good predictor to predicts malnutrition for hemodialysis patients because it has better validity than NRS 2002 toward SGA as a gold standard.
Kata Kunci : Skrining gizi, Asesmen gizi, Malnutrisi, Hemodialisis