Laporkan Masalah

The January effect on the Indonesian capital market

KURNIATI, Silvia Sintania, Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Efek January telah mendapat banyak perhatian di bidang penelitian sejak ditemukan pada pertama kalinya di tahun 1942. Efek January merupakan kecenderungan meningkatnya harga saham antara 31 Desember sampai minggu pertama di bulan January. Untuk menyelidiki fenomena ini penulis melaksanakan 2 macam tes, pertama uji t- test dua rata-rata untuk melihat keberadaan efek january dan yang kedua, regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara return January dengan ukuran perusahan. Penulis menggunakan data return saham harian pada bulan December-January dan Juni-Juli. Return pada bulan Juni-Juli, yang merupakan periode pelaporan setengah tahunan perusahaan oleh para manager, yang tidak terkontaminasi efek pajak, digunakan unutuk melihat adanya pengaruh window dressing, yang mana dipercaya sebagai salah satu penyebab efe k Januari. Studi ini mengambil data dari Bursa Efek Jakarta pada periode December 1995 sampai dengan Juli 2001. Data diambila dari berbagai sumber seperti Jakarta Stock Exchange dan www. Jsx.co.id. Hasil dari studi adalah tidak ditemukannya efek January di pasar modal Indonesia dan tidak ada keterkaitan antara efek januari dengan window dressing.

The January effect has received the most attention in the field of study, since it first identified in 1942. January effect is a tendency of the stock market to rise between December 31 and the end of the first week in January. To investigate this phenomenon, the author conducts two statistical tests, first paired t test to see the existence of January Effect and the multiple linear regression to examine the relation between January return and firms’ size. The author utilizes daily stock return data in December- January and June - July. The returns around June-July, the period of semi-annual reporting by institutional managers that is not contaminated by taxrelated trading, used to investigate the window-dressing hypothesis, which is believed has became one of the causes of January effect. The research takes place in Jakarta Stock exchange, and is performed from December 1995 up to July 2001.The data are taken from many sources such as Jakarta Stock Exchange, and www. jsx.co.id. The result of this study indicates that there is no January effect on Indonesian Capital market, and we find no return patterns to be consistent with window dressing.

Kata Kunci : Pasar Modal,Efek Januari,January Effect on Indonesian Capital Market


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.