Laporkan Masalah

Evaluasi sistem perencanaan strategik Bank DPD DIY dengan pendekatan Balanced Scorecard

WUKIRATUN, Erna, Dr. Jogiyanto Hartono, MBA

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Pada era knowledge workers. strategi harus dilaksanakan pada setiap level organisasi. Setiap orang harus merubah perilaku dan menerapkan suatu nilai-nilai baru. Inti dari transformasi ini adalah menempatkan strategi sebagai pusat dari proses manajemen. Strategi tidak dapat dilaksanakan jika tidak dapat dipahami, demikian juga strategi tidak dapat dipahami jika tidak tidak dijelaskan. Jika kita akan menciptakan proses manaj emen untuk mengimplementasikan strategi, maka pertamatama kita harus membangun suatu rerangka yang terpercaya dan konsisten untuk mendiskripsikan strategi. Rerangka financial dapat berfimgsi dengan baik ketika competitive strategy didasarkan pada perolehan dan pengelolaan tangible assets. Namun demikian di era knoledge economy ini suatu nilai yang berkesinambungan diciptakan melalui pengembangan intangible assets, seperti kemampuan dan pengetahuan karyawan, teknologi informasi yang mendukung tenaga kerja dan yang mampu mengubungkan perusahaan dengan pelanggan dan para pemasoknya, maupun iklim organisasi yang mendorong terj adinya inovasi, pro blem-solving, dan pengembangan. Masing-masing intangible assets tersebut dapat memberikan kontribusi dalam proses penciptaan nilai. Balanced Scorecard menyediakan suatu rerangka baru untuk mendiskripsikan suatu strategi dengan menghubungkan tangible assets dan intangible assets dalam aktivitas penciptaan nilai. Balanced Scorecard digunakan pada setiap tahap dalam sistem manajemen strategik, yaitu dari tahap formulasi strategi, perencanaan strategik, pernrograman, penyususnan anggaran, maupun tahap evaluasi. Dalam thesis ini penulis mencoba untuk mengevaluasi proses perencanaan strategik Bank BPD t DIY untuk mengetahui apakah Bank BPD DIY telah melaksanakan perencanaan strategik secara komprehensif, koheren, seimbang, dan terukur, sebagaimana dipersyaratkan dalam Balanced Scorecard. Penulis berharap hasil evaluasi ini dapat memberikan manfaat bagi manajemen Bank BPD DIY dalam menyusun perencanaan strategik dimasa mendatang .

In the era of knowledge workers, strategy must be executed at all levels of the organization. People must change their behaviors and adopt new values. The key to this transformation is putting strategy at the center of the management process. Strategy cannot be executed if it cannot be understood, however, and it cannot be understood if it cannot be described. If we are going to create a management process to implement strategy, we must first construct a reliable and consistent framework for describing strategy. The financial framework worked well when competitive strategies were based on acquiring and managing tangible assets. In today's knowledge economy, sustainable value is created from developing intangible assets, such as the skills and knowledge of the workforce, the information technology that supports the workforce and links the firm to customers and suppliers, and the organizational climate that encourages innovation, problem-solving, and improvement. Each of these intangible assets can contribute to value creation. The Balanced Scorecard provides a new framework to describe a strategy by linking intangible and tangible assets in valuecreating activities. Balanced Scorecard is used in every step of strategic management system; from the stage of formulation strategy, strategic planning, programming, budgeting, and evaluating. Here, the writer tried to evaluate the Bank BPD DIY's strategic planning process in order to find out whether Bank BPD DIY has performed a comprehensive, coherent, balanced, and measured strategic planning as Balanced Scorecard required or not. It is hoped that the result will be a benefit for the management of Bank BPD DIY in performing strategic planning.

Kata Kunci : Perencanaan Strategik,Balanced Scorecard, Balanced Scorecard, Evaluation, Planning, Stratigic, System


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.