Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Konsumsi Lemak dan Energi Makanan Angkringan pada Konsumen Angkringan di Kota Yogyakarta
BULAN RIZKY MAULINA, Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP ; Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes
2016 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Berat badan lebih dan obesitas semakin tahun semakin meningkat. Berat badan lebih dan obesitas dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti resistensi insulin, dislipidemia, hipertensi, jantung koroner, dan beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan atau mengarah ke kematian. Salah satu faktor resiko berat badan lebih dan obesitas adalah asupan makanan tinggi energi dan tinggi lemak. Yogyakarta merupakan 1 dari 5 provinsi dengan konsumsi makanan berlemak, kolesterol, dan makanan gorengan tertinggi diatas rerata nasional. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan makanan tinggi energi dan tinggi lemak di lingkungan sekitar. Angkringan adalah salah satu jenis street food di Yogyakarta yang menjual berbagai macam makanan yang murah dan dalam kondisi siap saji. Pengetahuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku makan. Pengetahuan gizi yang lebih tinggi, lebih mungkinkan untuk memenuhi rekomendasi asupan makan seseorang Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan konsumsi lemak dan energi makanan angkringan pada konsumen angkringan di Kota Yogyakarta Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 213 konsumen angkringan di Kota Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian SQ-FFQ makanan angkringan dan kuesioner pengetahuan gizi yang sudah di modifikasi dan divalidasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman. Hasil : Sebagian besar konsumen angkringan di Kota Yogyakarta memiliki pengetahuan gizi yang baik (57,7%), konsumsi makanan angkringan telah mencukupi 24% kecukupan energi per hari dan 27% kecukupan lemak per hari berdasarkan AKG 2013. Hasil uji korelasi dengan spearman menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi energi dan lemak makanan angkringan ( p<0,05) dengan r -0,158 dan -0,145. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi energi dan lemak makanan angkringan.
Background : Overweight and obesity are increasing in every year. Overweight and obesity can cause several health problem, such as insulin resistance, dyslipidemia, hypertension, coronary heart disease, and some kinds of cancers which is led to deadth. One of risk factors of overweight and obesity is consume high calories and fatty food. Yogyakarta is one of five provinces that is high level of consuming high fat, high cholestrol, and fatty food among national level. This is due to access of high calories and high fat is closed from their environment. Angkringan is one of street food in Yogyakarta that offers inexpensive various and ready to eat foods. Food attitude and behaviour. Knowledge is one of risk factor that effect to behaviour. The higher of nutrition knowledge the more people fullfil their dietery recomendation. Objective : This study is aimed to investigated the relationship between nutrition knowledge, energy and fat consumption of angkringan food by angkringan consumers in Yogyakarta City. Method : This study is an observasional with cross-sectional study design. This study includeed 213 angkringan consumers in Yogyakrata city. The data in this study was collected by SQ-FFQ of angkringan food and nutrition knowledge quisioner that has been modified and validated. Data was analyzed univariat and bivariat and tested using spearmen correlation test. Result : Most of angkringan consumers in yogyakarta have a good nutrition knowledge (57.7%), by consuming angkringan food is already full filled 24 % of energy recommendation per day and 27% of fat recommendation per day based on AKG 2013. Spearman test showed that there is relationship between nutrition knowledge, energy and fat consumption of angkringan food (p<0,05) with correlation r -0,158 and -0,145 Conclusion : There is relationship between nutrition knowledge, energy and fat consumption of angkringan food by angkringan consumers in Yogyakarta city.
Kata Kunci : pengetahuan gizi, konsumsi energi, konsumsi lemak, angkringan