Membangun Citra Politisi melalui Situs Pribadi (Analisis Isi Citra Fadli Zon dan Fahri Hamzah dalam Situs Pribadinya)
RIZKY AJENG PRATIWI, Dr. Kuskridho Ambardi, MA
2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIPerkembangan teknologi komunikasi, terutama dalam penggunaan media baru mempengaruhi berbagai aspek komunikasi dan perkembangan cara berkomunikasi, termasuk dalam komunikasi politik. Penggunaan media baru dalam komunikasi politik dimanfaatkan para politisi untuk membangun citra sesuai dengan apa yang diinginkan melalui informasi-informasi dalam media sosial dan situs pribadi yang dimiliki. Citra politisi yang terbentuk dalam situs pribadinya ini menarik untuk diteliti karena dengan adanya situs pribadi para politisi dapat membangun citra sesuai dengan apa yang diinginkan melalui pemilihan informasi-informasi yang ada di dalamnya. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, peneliti mencoba melihat bagaimana citra yang ingin ditampilkan Fadli Zon dan Fahri Hamzah melalui situs pribadinya agar terus mendapat citra positif untuk mempertahankan konstituen dan popularitasnya di mata khalayak walau masa Pemilu sudah terlewati. Mengacu pada Shyles (1984), penelitian ini mengambil dua hal pembentuk citra politisi untuk diteliti, yaitu kompetensi dan karakter politisi. Analisis isi kualitatif digunakan untuk melihat apa saja kompetensi dan karakter yang muncul dalam informasi-informasi yang ada dalam situs pribadi mereka, lalu membandingkannya dengan kompetensi dan karakter kedua politisi ini dalam menanggapi isu-isu yang terjadi dalam media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan citra yang terbentuk dalam situs pribadi politisi dengan citra yang terbentuk di media massa. Dalam situs pribadinya, kedua politisi ini menonjolkan citra yang positif melalui kompetensi dan karakter yang dimiliki dalam situs pribadinya. Hal ini berbanding terbalik dengan citra mereka yang terbentuk di media massa, dimana hal ini menunjukkan adanya usaha pemilihan informasi-informasi tertentu yang disesuaikan dengan citra yang ingin dibangun oleh politisi dalam situs pribadi mereka.
The development of communication technology, especially in the use of new media, affects the various aspects of communication and the way of communication development, including political communication. The use of new media in political communication is used by politicians to construct an image regarding to what image he/she wants through the information in their social media and personal website. The image of politicians which is constructed in their personal websites is interesting to be analyzed because through the personal website, politicians can construct the image that he/she wants through the selected information in it. By using the qualitative content analysis method, the researcher is trying to see how Fadli Zon's and Fahri Hamzah's images are displayed on their personal websites in order to get a positive image to keep the constituents and their popularity in public although the election period has been exceeded. According to Shyles (1984), this research takes two things that form the image of politicians, the competency and character of politicians. Qualitative content analysis is used to see competencies and characters that appear in the information in their personal websites and compare it to their competencies and characters in responding the issues that occurred in the mass media. The results showed that there is a difference between an image which is constructed in politician's personal website and an image which is constructed in mass media. In their personal websites, these two politicians showed a positive image through their competencies and characters in their personal websites. This is different from their images which are constructed in the mass media, that indicates an effort to select specific information which is adjusted with the image that politicians want to build in their personal sites.
Kata Kunci : analisis isi kualitatif, citra, media komunikasi politik, situs politik