Laporkan Masalah

TAMAN BUDAYA DI BENTENG VASTENBURG SURAKARTA Penekanan Olah Desain Arsitektur Pusaka

DICKI ELHASANI, Dr. Ir. Laretna T. Adhisakti, M. Arch

2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Kota Solo tidak dapat dipisahkan dengan budaya yang melekat kuat dengan kehidupan masyarakat yang semakin berkembang. Pada kurun waktu 5 tahun terakhir, pariwisata Kota Surakarta mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai kegiatan seni dan budaya rutin diselenggarakan di berbagai tempat dari gedung pertunjukan, taman kota, hingga karnaval di jalan tengah kota. Warga Kota Solo patut berbangga dengan adanya kemajuan di bidang pariwisata yang kian cerah hari demi hari ini, namun perlu waspada dengan perkembangan pembangunan di Kota Solo yang mulai memprihatinkan. Benteng Vastenburg adalah salah satu Bangunan Cagar Budaya yang akhir-akhir ini sedang dibahas oleh berbagai elemen masyarakat. Benteng yang sebagian besar sudah rata dengan tanah ini adalah salah satu bukti ketamakan pada masa lalu. Mengembalikan Benteng Vastenburg kembali seperti dulu adalah impian setiap orang. Tidak ada kata terlambat untuk merevitalisasi lahan yang sangat mahal ini. Di masa depan, diperlukan sebuah alternatif desain yang dapat menggabungkan kebutuhan akan ruang terbuka hijau, budaya, dan pariwisata namun tetap memperhatikan kontekstualitas pusaka yang ada atau yang masih tertinggal di dalamnya. Pengolahan sebaiknya menggunakan metode Olah Desain Arsitektur Pusaka sehingga Benteng Vastenburg dapat menjadi sebuah area yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga tanpa melupakan nilai historisnya.

Surakarta city has the culture that attaches firmly with its society. In the last 5 years, tourism in Surakarta is experiencing significant growth. A variety of art and cultural events are held regularly at various places, such as in the theater, city park, and pedestrian walk. The residents are very proud with this kind of in tourism development. However, the goverment should be aware of urban growth in Surakarta that began terrible. Furthermore, Vastenburg fort is one of the heritage building which is being discussed by the public. The fort that already flattened proofs the greed of the past. Then, reviving Vastenburg Fort become the goal from government and the public. In the future, the fort should be designed with combination between open green spaces, cultural and tourism needs, and also heritage architecture which still exist in the area. The concept is through Adaptive Re-use methods that will maximize the needs without forgetting its historical value.

Kata Kunci : Budaya, Benteng Vastenburg, Pariwisata, Olah Desain Arsitektur Pusaka