MOBILITAS SIRKULER DAN RELASI SOSIAL PEDAGANG BAKWAN KAWI (Studi kasus Pedagang Bakwan Kawi di Imogiri, Bantul, Yogyakarta) Sirkuler Mobility and Social Relations of Bakwan Kawi Trader (Case Studi of Bakwan Kawi Trader at Imogiri, Bantul, Yogyakarta)
ARI DYAH SINTA TRI ASTUTI, Tadjuddin Noer Effendi,Prof.Dr,MA;Partini,Prof.Dr,SU;Andreas Soeroso,Drs,M,S
2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIKecamatan Imogiri merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul yang memiliki jumlah penduduk cukup banyak. Adanya peninggalan sejarah dan tempat tempat wisata seperti makam raja - raja Imogiri telah membuat wilayah Imogiri menjadi kawasan wisata. Tidak hanya itu adanya pasar Imogiri juga menambah keramaian. Adanya pasar Imogiri telah membuat Imogiri sebagai pusat perekonomian atau jantung perekonomian Imogiri. Tidak heran jika daerah Imogiri menjadi incaran para migran sirkuler dari berbagai daerah, salah satunya Gunung Kidul. Fokus penelitian ini dibatasi dengan Alasan angkatan kerja melakukan mobilitas non Permanen (Sirkuler) dan memilih bekerja di sektor informal pedagang Bakwan Kawi di Kerten dan Bagaimana Interaksi Sosial migran Sirkuler dengan masyarakat daerah asal dan di daerah tujuan. Penulis menggunakan teori Migrasi dan sektor informal untuk menganalisis Alasan angkatan kerja melakukan mobilitas non Permanen (Sirkuler) dan memilih bekerja di sektor informal pedagang Bakwan Kawi di Kerten dan Bagaimana Interaksi sosial migran Sirkuler dengan masyarakat daerah asal dan di daerah tujuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara dan penelaahan dokumen. Informan penelitian adalah juragan Bakwan Kawi, dan pekerja penjual Bakwan Kawi. Hasil penelitian menunjukan alasan sosiologis Migran melakukan mobilitas sirkuler ke Imogiri adalah karena faktor Ekonomi, rendahnya pendapatan di daerah asal dan karena ajakan dari migran terdahulu. Interaksi dan relasi sosial masih terjalin dengan erat baik di daerah asal ataupun di daerah tujuan. Interaksi dan relasi yang terjalin antara lain pada hari atau peristiwa peristiwa penting seperti kematian, pernikahan, dan kelahiran.
Imogiri district is one of the district in Bantul sub province which have a lot of population, existence of historical place and tourism place like Imogiri mousaleum Kings made Imogiri areas as a tourism place. Not only this place, existence of Imogiri market is also increasing activity in around. Existence of Imogiri market made Imogiri as a economic center or economic heart of Imogiri. No wonder, Imogiri area as a target for sirkuler migrant from many area , one of them is Gunung Kidul. Focus of this research be confined with the reasob of labourforce who have do a non permanent (sikuler) mobility and selected works on informal sector Bakwan Kawi merchant in Kerten and how social Interactions of sirkuler migrant with regional comunities of origin and destination. Author used migration theory and informal sector to analyze the reason of laboir force who have do a non permanent (sirkuler) mobility and selected works on informal sector Bakwan Kawi and how social relation of sirkuler migrant with regional comunities of origin and destination. The kind of this research and qualitative research with descriptive method. This research conducted by observation, interview and document review. This informant of this researchis Bakwan Kawi owner and Bakwan Kawi seller. The result indicates the reason of migrant sociologist who have do sirkuler mobility to Imogiri because economic factor, income lower in regional origin and because invitations from earlier migrant, Interaction and relation social still interwined and close in regional communities of origin an destination. Interaction and relation that interwined for example on important events such as motality, marriage and birth.
Kata Kunci : sirkuler migrant, resiprositas, informal sector and familiarty relationship