Laporkan Masalah

Penerapan Teknik Penerjemahan Les Miserables Karya Victor Hugo dalam Bahasa Indonesia

ANINDITYA LAKSMITA D, Dr. Sajarwa, M.Hum

2016 | Skripsi | S1 SASTRA PERANCIS

Penerjemahan adalah proses mengalihbahasakan pesan dari suatu bahasa ke bahasa yang lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyampaikan amanat dari teks sumber ke teks sasaran. Amanat yang dikirimkan harus sepadan, bisa diterima serta mudah dimengerti oleh pembaca. Untuk mencapai tujuan tersebut, penerjemah harus menggunakan teknik tertentu yang disebu penerjemahan karena terdapat perbedaan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Teknik penerjemahan yang digunakan meliputi 18 teknik, yaitu : 1) adaptasi, 2) amplifikasi, 3) deskripsi, 4) generalisasi, 5) kalke, 6) kompensasi, 7) kreasi diskursif, 8) modulasi, 9) padanan lazim, 10) partikularisasi 11) peminjaman, 12) penambahan, 13) penerjemahan harafiah, 14) penghilangan 15) reduksi, 16) substitusi, 17) transposisi dan 18) variasi. Penggunaan teknik-teknik penerjemahan disesuaikan dengan semantik, budaya, sistem, struktur serta karakter bahasa sehingga bisa diterima pembaca dalam bahasa sasaran dengan baik. Akibat penggunaan teknik ini, terdapat pergeseran-pergeseran yang muncul. Pergeseran-pergeseran tersebut meliputi pergeseran bentuk dan pergeseran makna. Pergeseran bentuk terdiri dari 1) tataran dan 2) kategori (sistem, struktur, kelas, unit) sementara pergeseran makna terdiri dari 1) budaya dan 2) generik. Penerapan teknik penerjemahan dan pergeseran terjemahan sebagai implikasi penerapan teknik penejemahan terdapat dalam penerjemahan teks Les Miserables dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia yang dipaparkan dalam penelitian ini.

Translation is a process to decode the messages of one language into another one. This process aims to communicate the meanings of source text to target text. The messages should be equivalent, acceptable and clear for the readers. In order to achieve those aims, translators should employ translation techniques because of the dissimilarity between the source texts and the target texts. The translation techniques consist of 18 techniques comprising : 1) adaptation, 2) amplification, 3) description, 4) generalization, 5) calque, 6) compensation, 7) discursive creation, 8) modulation, 9) establish equivalence, 10) particularization, 11) borrowing, 12) addition, 13) literal translation, 14) omission, 15) reduction, 16) substitution, 17) transposition, 18) variation. The translation techniques are used in accordance to readers semantics, cultures, systems, structures and characters so that can be well-accepted in the target texts. As a consequence, the translation shifts happen. The shifts consist of form shift and meaning shift. Form shift includes 1) level shift and 2) category shifts (intra-system, structure, class, and unit shifts) meanwhile meaning shift include 1) culture and 2) generic. The application of translation techniques and shifts as implication of the use in translated text of Les Miserables from France to Bahasa was reported in this study.

Kata Kunci : terjemahan, teknik penerjemahan, Les Miserables, translation techniques