Laporkan Masalah

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN ANGKA KETAHANAN HIDUP SATU TAHUN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA

AMADISTO G, dr. Susanna Hilda Hutajulu, Sp.PD, Ph.D ; dr. Mardiah Suci, Ph.D, Sp.PD

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu keganasan yang menimbulkan masalah besar di Indonesia. Kanker ini memiliki rasio prevalensi dan tingkat kejadian yang tinggi diantara banyak kejadian kanker lainnya pada populasi wanita Indonesia. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi dari angka ketahanan hidup penderita adalah ketaatan pasien terhadap pengobatan yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan kemampuan ekonomi dari pasien itu sendiri. Penelitian di beberapa negara berkembang menyatakan bahwa angka ketahanan hidup pasien kanker payudara meningkat sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Hubungan antara latar belakang tingkat pendidikan dengan angka ketahanan hidup pasien dengan payudara belum banyak diteliti di Indonesia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara latar belakang tingkat pendidikan dengan angka ketahanan hidup jangka pendek satu tahun pada pasien dengan kanker payudara. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan data sekunder. Rekam medis dari 146 pasien dengan diagnosis kanker payudara selama periode Januari 2007 sampai dengan Desember 2008 di Klinik Kanker Terpadu �Tulip� RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta telah dimasukkan ke dalam penelitian ini. Tes korelasi spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara latar belakang tingkat pendidikan dengan angka ketahanan hidup satu tahun. Hasil: Sebagian besar pasien kanker payudara berusia 41-50 tahun (40.4%). Kasus kanker payudara ini lebih banyak terjadi pada pasien yang telah menikah (89%). Kebanyakan pasien menggunakan asuransi untuk biaya pengobatan. Persebaran latar belakang tingkat pendidikan meliputi: tidak tamat Sekolah Dasar (2.1%), tamat Sekolah Dasar (38.4%), tamat Sekolah Menengah Pertama (10.3%), tamat Sekolah Menengah Atas (20.3%), dan pendidikan tinggi (19.9%). Persebaran tingkat keparahan: stadium awal (30.1%), lokal lanjut (22.6%), stadium lanjut (42.5%), tidak terdiagnosis (4.8%). Hasil signifikan telah ditemukan pada perbandingan angka ketahanan hidup jangka pendek diantara kelompok tamat Sekolah Dasar dengan tamat Sekolah Menengah Pertama, tamat Sekolah Dasar dengan tamat Sekolah Menengah Atas, dan tamat Sekolah Dasar dengan tamat diatas Sekolah Menengah Atas (secara berurutan p=.009, p=.004, dan p=.001) Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pendidikan berhubungan dengan tingginya angka ketahanan hidup satu tahun pada pasien dengan kanker payudara. Promosi kesehatan dan pendidikan harus menjadi perhatian semua pihak untuk meningkatkan angka ketahanan hidup jangka pendek. Kata kunci: Kanker Payudara - Angka Ketahanan Hidup - Tingkat Pendidikan

Background: Breast Cancer is a major public health problem in Indonesia. Breast cancer has the highest prevalence and incidence ratio among the most cancer occured in Indonesian women. One of the most influenced factor of cancer overall survival are patient�s compliance, which depends on the educational and economical background level. Studies in some developed countries have shown that survival rate among cancer patients increased along with patient�s educational background level. Only few study define the correlation between educational background level and survival rates in breast cancer patients in Indonesia. Aims: To understand the correlation between educational background level and one-year survival in breast cancer patients in Indonesia. Methods: A descriptive observational study was conducted with secondary data. Medical records of 146 patients diagnosed with breast cancer during January 2007-December 2008 in Tulip Integrated Cancer Clinic RSUP dr. Sardjito Yogyakarta were included in this study. Spearman correlation test was used for correlation analysis between patient�s educational background level and one-year survival. Results: Most breast cancer patients were 41-50 years old (40.4%). It is more common in patients who were married (89%). Patients mostly use insurance to pay the medical expenses. Educational background level demographic divided into: illiterate (2.1%); primary school (38.4%); secondary school (10.3%); highschool (20.3%); higher education (19.9%). Stadium demographic divided into: early (30.1%); LABC (22.6%); advanced (42.5%); unknown (4.8%). Significant result has been discovered between comparison of primary school and secondary school, primary school and highschool, primary school and higher education of overall survival rates (respectively p=.009, p=.004, and p=.001) Conclusion: Higher educational level was associated with higher one-year survival in breast cancer. In order to raise survival in breast cancer patients, health promotion and education must be a concern. Keywords: Breast Cancer, Educational Background Level, Overall Survival

Kata Kunci : Kanker Payudara, Angka Ketahanan Hidup, Tingkat Pendidikan

  1. S1-2015-317270-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317270-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317270-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317270-title.pdf