POLA KEMITRAAN DALAM PENGELOLAAN AGROBISNIS KEHUTANAN ANTARA PT. GAMA MULTI USAHA MANDIRI DENGAN KELOMPOK TANI DI KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ANIEZ ZULFA, Wahyu Tri Widayanti, S. Hut., M. P
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pola kemitraan dalam pengelolaan agrobisnis kehutanan, 2) respon Kelompok Tani terhadap pelaksanaan pola kemitraan, 3) dampak kemitraan dalam pengelolaan agrobisnis kehutanan, dan 4) strategi pengembangan kemitraan dalam pengelolaan agrobisnis kehutanan. Metode dasar dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penentuan informan kunci dan penunjang menggunakan teknik snowball sampling. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan metode analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threaths). Pola kemitraan antara PT. GMUM dengan Kelompok Tani di Desa Girirejo dan Mangunan merupakan pola kemitraan usaha tradisional dan kemitraan inti plasma. Kemitraan usaha tradisional berupa pemanfaatan lahan dengan pola tanam tumpang sari sistem agroforestri dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) (Jati dan Jabon). Kemitraan usaha inti plasma berupa Hutan Tanaman Karet Rakyat (HTKR) dan pengelolaan tanaman herbal. Respon Kelompok Tani terwujud dalam bentuk partisipasi, motivasi, dan harapan untuk terus aktif menjalani kemitraan usaha. Dampak kemitraan dapat dilihat dari bertambahnya sumber-sumber pendapatan Petani dan kesempatan Kelompok Tani untuk ikut mengelola dan mengembangkan kemitraan usaha. Strategi pengembangan kemitraan adalah membentuk kualitas SDM yang terampil dan kompeten, mewujudkan pengelolaan hutan lestari melalui optimalisasi manfaat tangible (kayu) dan intangible (non kayu), pemenuhan dan perbaikan sarana prasarana pendukung kemitraan, merekrut karyawan baru yang kompeten untuk membina KTW-HO, membuat mekanisme kemitraan dengan pemasaran produk yang lebih jelas, melakukan pembinaan dan pendampingan kelembagaan, mengadakan penyuluhan terkait kemitraan pengelolaan agrobisnis kehutanan, dan memperkuat sistem monitoring dan evaluasi kemitraan
This study aims to determine: 1) the partnership models in forestry agribusiness management 2) Farmer Groups response for the implementation of partnership, 3) the impact of the partnership, and 4) the strategy of partnership development in the forestry agribusiness management. The basic method used in this study is case study method. The data collection method used are observation, interview and study documentation. The determination of key informants and support informants used the snowball sampling technique. The data analysis method used are qualitative descriptive analysis and SWOT analysis (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threaths). A partnership models between PT. GMUM with Farmer Groups in the villages of Girirejo and Mangunan using a traditional business partnership and plasma core partnership. The model of traditional business partnership are land use with intercropping agroforestry systems and Community Plantation Forests (Teak and Jabon). The model of plasma core business partnership are Community Plantation Forest Rubber Trees and herbal plants management. Farmer Groups responses are participation, motivation, and expectation to continue the activity in partnership of forestry agribusiness. The impact of partnership perform by adding farmers revenue resources and giving opportunity for the farmer groups to manage and develop partnerships. The development strategy for the partnership are shaping the quality of human resources being skilled and competent, achieving sustainable forest management through the tangible (timber) and intangible benefit (non-timber), fulfillment and improvement the partnership support infrastructure, recruiting competent new employees for KTW-HO training, creating partnership mechanisms with clearly product marketing, institusional coaching and mentoring, related counseling for the forestry agribusiness management partnership, and strengthning the monitoring system and partnership evaluation.
Kata Kunci : agrobisnis kehutanan, kemitraan, respon, strategi