Laporkan Masalah

THE IMPACT OF THE LEVEL OF INTERNET FINANCIAL REPORTING ITEMS ON STOCK'S ABNORMAL RETURN MODERATED BY AUDITOR SIZE AND FIRM SIZE: AN EMPIRICAL STUDY OF MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK MARKET

BESTI RIDHANI, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., M.S.A., Akt

2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Pentingnya keberadaan situs web perusahaan bagi analis dan investor mengalami peningkatan substansial namun belum ada standar untuk pelaporan keuangan Internet. Mengingat pelaporan keuangan Internet masih bersifat sukarela, beberapa perusahaan melakukan pengungkapan informasi dengan cara yang berbeda. Diharapkan bahwa perbedaan pada cara perusahaan menerapkan pelaporan keuangan Internet tercermin dalam saham perusahaan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari tingkat item pelaporan keuangan Internet terhadap abnormal return saham. Penelitian ini juga mengamati pengaruh ukuran auditor dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderator terhadap hubungan antara tingkat item dari pelaporan keuangan Internet dan abnormal return. Studi ini menggunakan perusahaan publik di industri manufaktur yang terdaftar Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014 sebagai sampel. Regresi linear sederhana dan analisis regresi moderasi digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat item dari pelaporan keuangan Internet dan abnormal return. Namun, ukuran auditor dan ukuran perusahaan tidak memperkuat hubungan antara tingkat item dari pelaporan keuangan Internet dan abnormal return.

The importance of companies' websites for analysts and investors has increased substantially and yet there are no standards for Internet Financial Reporting (IFR). Since IFR is voluntary in nature, companies disclose information differently. It is expected that the way companies apply IFR is captured in companies' stocks. Hence, the purpose of this research is to know the impact of the level of Internet Financial Reporting items on stock's abnormal return. This research also observes the impact of auditor size and firm size as a moderating variable toward the relationship between the level of Internet Financial Reporting items and abnormal return. This study uses publicly listed manufacturing companies in 2014 from Indonesia Stock Exchange as samples. Simple linear regression and moderated regression analysis are applied to test the hypotheses. The result shows that there is a positive relationship between the level of Internet Financial Reporting items and abnormal return. However, auditor size and firm size does not strengthen the relationship between the level of Internet Financial Reporting items and abnormal return.

Kata Kunci : Internet Financial Reporting, abnormal return, moderating variable, auditor size, firm size

  1. S1-2016-257783-abstract.pdf  
  2. S1-2016-257783-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-257783-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-257783-title.pdf