POLA SENSITISASI ALERGEN MAKANAN PADA PENYAKIT ALERGI ANAK
YULIA AYU ARYATI, dr. Sumadiono, Sp.A(K); dr. Cahya Dewi Satria, Sp.A
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Prevalensi alergi makanan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yaitu dari angka 3,4% menjadi 5,1%. Hal ini juga diikuti dengan meningkatnya penyakit alergi lain seperti alergi kulit dan tingginya kejadian alergi pada saluran pernapasan. Adanya penyakit-penyakit alergi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup dari individu, terutama bagi anak-anak. Alergi makanan dapat menjadi faktor risiko pada kejadian rinitis alergika (RA), dermatitis atopi (DA) dan asma. Untuk menentukan alergi makanan, uji tusuk kulit masih termasuk alat diagnosis esensial pada praktik alergi modern. Tujuan: Mengetahui pola sensitisasi alergen makanan terhadap penyakit alergi pada anak. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang. Subyek merupakan anak-anak usia sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Dilakukan uji tusuk kulit untuk mengetahui sensitisasi alergen dan wawancara terhadap orang tua/wali untuk menentukan diagnosis RA, DA, dan asma. Sampel diambil dengan metode stratified cluster sampling. Analisis univariat digunakan untuk melihat frekuensi variabel yang diuji. Hasil: Dari 450 subyek, 117 (26,2%) tersensitisasi alergen makanan, 30 diantaranya DA (6,7%), 36 RA (8,1%), dan 5 asma (1,1%). Sensitisasi alergen makanan terbanyak pada RA dan DA tidak berbeda jauh, yaitu udang, kepiting, telur, dan susu. Pada asma alergen udang, kepiting, dan telur masih mendominasi dengan alergen lainnya berupa kacang tanah dan daging ayam. Kesimpulan: Alergen udang, kepiting dan telur secara berurutan merupakan tiga alergen terbesar yang menyertai kejadian RA, DA, dan asma.
Background: The prevalence of food allergy increased in recent years, from 3.4% to 5.1%. This was also followed by the increase of other allergic diseases such as skin allergic and the high prevalence of allergies in the respiratory tract. The presence of allergic diseases can reduce individual’s quality of life, especially for children. Food allergies can be a risk factor in the incidence of allergic rhinitis (AR), atopic dermatitis (AD) and asthma. To determine food allergies, Skin testing remains an essential diagnostic tool in modern allergy practice. Objective: To determine the pattern of sensitization to food allergens with allergic diseases in children. Methods: The study used a cross-sectional design. Subjects were children aged playgroup to elementary school in Yogyakarta and Sleman. Skin prick test is done to determine the allergen sensitization and interview with parents/guardians to determine the diagnosis of AR, AD, and asthma. Samples were taken with stratified cluster sampling method. Univariate analysis is used to determine the frequency of tested variables. Results: 450 subjects was obtained and 426 subjects qualify the selection criteria, 117 (26.2%) sensitized to food allergens, 30 of which AD (6.7%), 36 AR (8.1%), and 5 asthma (1.1%). Most food allergen sensitization in AR and AD are not much different, which is shrimp, crab, egg, and milk. Shrimp, crab, and egg are still dominating allergens in asthma, followed by peanuts and chicken meat. Conclusion: Shrimp, crab and egg allergens in a row are the biggest three allergen accompanying events of RA, DA, and asthma.
Kata Kunci : alergen makanan, sensitisasi, rinitis alergika, dermatitis atopi, asma, uji tusuk kulit