ANALISIS GENETIK ALKOHOL DEHIDROGENASE 3 (ADH3) PADA PEMINUM ALKOHOL SUKU JAWA
ANNISA INDAH SARASWATI, Dra. Suhartini, Apt, SU ; dr. Yudha N., Ph.D, Sp.F
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Metabolisme alkohol merupakan salah satu penentu biologi yang mempengaruhi perilaku minum alkohol dan perkembangannya menjadi ketergantungan. Dua enzim utama metabolisme yaitu aldehid dehidrogenase dan alkohol dehidrogenase memiliki varian yang membedakan kemampuannya dalam metabolisme alkohol, salah satu di antaranya adalah gen ADH3. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meneliti pengaruh genotipe ADH3 terhadap alkoholisme di berbagai etnis. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang dilakukan pada suku Jawa. Dengan demikian, perlu dilakukan analisis genetik enzim alkohol dehidrogenase 3 pada peminum alkohol suku Jawa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genotipe enzim ADH3 pada peminum alkohol suku Jawa. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik rancangan cross sectional. Sampel DNA diambil dari darah 49 peminum alkohol suku Jawa di Yogyakarta. Polimorfisme genotipe ADH3 ditentukan melalui proses PCR, yang terdiri atas ekstraksi DNA, amplifikasi, RFLP, dan elektroforesis. Hasil: Frekuensi genotipe ADH3*1, ADH3*2, dan ADH3*1/3*2 secara berurutan sebesar 67,35%, 30,61%, dan 2,04%. Frekuensi alel ADH3*1 dan ADH3*2 adalah 64,29% dan 35,71%. Alel ADH3*1 pada wanita dan pria adalah 6,12% dan 58,17%. Alel ADH3*2 pada wanita dan pria adalah 2,04% dan 33,67%. Frekuensi alel ADH3*1 dan ADH3*2 pada peminum alkohol berusia <=40 tahun adalah 30,61% dan 24,49%. Sedangkan frekuensi alel ADH3*1 dan ADH3*2 pada peminum alkohol berusia >40 tahun adalah 33,67% dan 11,23%. Pada analisa jenis kelamin dan alel diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,302 (p >0,05), sehingga perbedaan frekuensi alel ADH3 terhadap jenis kelamin tidak signifikan. Sedangkan pada analisa usia dan alel, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,068 (p >0,05), sehingga perbedaan frekuensi alel ADH3 terhadap usia juga tidak signifikan. Kesimpulan: Dari 49 sampel, variasi genotipe pada peminum alkohol suku Jawa yang didapatkan adalah ADH3*1, ADH3*2, dan ADH3*1/3*2 sebesar 67,35%, 30,61%, dan 2,04%. Tidak ditemukan adanya perbedaan proporsi variasi genotipe ADH3 terhadap jenis kelamin maupun usia.
Backgroud: Alcohol metabolism is one of the biological determinants that can influences drinking behavior and the development of alcohol dependence. Alcohol metabolism involves two key enzymes, alcohol dehydrogenase and aldehyde dehydrogenase. Both have several variants that differ in their ability to break down alcohol and acetaldehyde, one of those genes is ADH3. Some study have been conduct to determine influence of ADH3 genotype to alcoholism among various ethnic. To date, there has not been any study of ADH3 genetic polymorphism in Javanese population conducted yet. Therefore it is a needing to analyze alcohol dehydrogenase 3 gene variants in Javanese alcoholic. Objective: This study is aimed to know ADH3 genotype variations among Javanese alcoholics. Method: The research method used is descriptive study with cross sectional research design. DNA samples were taken from 49 Javanese alcohol drinkers in Yogyakarta. Genotype polymorphism of ADH3 is determined with PCR that consist of DNA extraction, amplification, RFLP, and electrophoresis. Result: The frequency of ADH3*1, ADH3*2, and ADH3*1/3*2 were 67,35%, 30,61%, and 2,04%, respectively. Allele frequency of ADH3*1 was 64,29% and ADH3*2 was 35,71%. The percentage of ADH3*1 allele for female and male were 6,12% and 58,17%. And the percentage of ADH3*2 allele was 2,04% for female and 33,67% for male. According to the age, allele frequency of ADH3*1 and ADH3*2 were 30,61% and 24,49% for <= 40 years old alcohol drinkers. Allele frequency of ADH3*1 and ADH3*2 in >40 years old alcohol drinkers were 33,67% and 11,23%. Statistical test for sex and allele variation of ADH3 gave chi square 0,302 (p value > 0,05) showed insignificant. Statistical test for age and allele variation of ADH3 gave chi square 0,068 (p value > 0,05) showed insignificant. Conclusion: From 49 samples, ADH3 genotype variations in Javanese alcohol drinkers were ADH3*1, ADH3*2, and ADH3*1/3*2 with percentage 67,35%, 30,61%, and 2,04%, respectively. There was no difference between ADH3 genotype proportion toward sex and age.
Kata Kunci : Alkohol, alkoholisme, alkohol dehidrogenase 3, polimorfisme gen