Laporkan Masalah

TINGKAT PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PESANGGEM HUTAN KAYU PUTIH DI DESA GETAS KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL

NISWATUS RESITASARI, Slamet Riyanto, S.Hut, M.Si

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kegiatan pengelolaan hutan memiliki tujuan untuk memperoleh manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Pendapatan merupakan ukuran penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan tanpa mengabaikan ukuranukuran yang lain. Sumberdaya hutan memberikan kontribusi dalam hal penciptaan pendapatan masyarakat melalui kesempatan kerja, penjualan hasil hutan maupun pemberian kompensasi yang lain, sehingga studi mengenai kontribusi hutan terhadap pendapatan dan tingkat kesejahteraan penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar rerata pendapatan, bagaimana tingkat kesejahteraan, serta ada tidaknya perbedaan kondisi sosio demografis antar pesanggem kegiatan tumpangsari hutan kayu putih di Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan responden pesanggem tumpangsari di hutan kayu putih baik yang ikut serta maupun tidak dalam kegiatan pungut daun kayu putih. Analisis kontribusi pendapatan menggunakan pendekatan proporsi terhadap pendapatan tunai tahunan, tingkat kesejahteraan rumah tangga pesanggem diukur dengan menggunakan indikator dari badan pusat statistik tahun 2005. Perbandingan kondisi sosio demografis menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengkomparasikan variabel-variabel: umur, pendapatan, pengeluaran, pendidikan terakhir, dan pekerjaan sampingan antara pesanggem yang menjadi pemungut daun kayu putih dan tidak. Hasil penelitian menunjukkan rerata pendapatan rumah tangga pesanggem kayu putih di Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul adalah sebesar Rp 9.739.048 / tahun. Tingkat kesejahteraan sedang memiliki persentase 74,19%, tinggi 16,13%, dan rendah 9,68%. Berdasarkan perbandingan data sosio demografis antara rumah tangga pesanggem hutan kayu putih yang melakukan pungut dan tidak, diketahui bahwa terdapat perbedaan antar variabel pada kedua kelompok rumah tangga tersebut yang berdampak pada keikutsertaan petani pesanggem terhadap kegiatan pungut daun kayu putih

Forest management activities aim to obtain optimum benefit to the welfare of society. Income is an important measure in determining the level of welfare without ignoring other measures. Forest resources contribute in the creation of community income through employment, the sales of forest products and other compensation, so that the study of the contribution of forests to the income and welfare is important to do. This study was using survey method which aims to determine the level of household income and welfare, also to find the differences between the socio demographic of outgrower intercropping cajuput plantation activity in Getas Village, Playen District, Gunungkidul Regency. Respondents were selected by using simple random sampling technique with the population are outgrowers intercropping cajuput plantation in Getas Village who participated in collecting or not collecting cajuput leaves. Analysis of income contribution approaches the proportion of the cash income annually, household welfare of outgrower measured using indicators of BPS in 2005. Socio demographic condition was analysed by using descriptive approach where variables of age, income, expenditure, latest education and a second job was selected to explain the socio demographic characteristic between households in cajuput forest who collecting and not collecting the cajuput leaves. The results showed that the average household income of outgrowers cajuput plantation in Getas Village, Playen District, Gunungkidul Regency was Rp 9,739,048/ year. The medium welfare level had percentage of 74.19%, 16.13% higher and 9.68% lower. Based on the comparison of socio demographic data between outgrower households in cajuput forest who collecting and not collecting the cajuput leaves known that there were differences aspects which be effected on cajuput collecting participation.

Kata Kunci : Pendapatan, Kesejahteraan, Kayu Putih, Desa Getas, Pesanggem Tumpangsari Kayu Putih