ANALISIS PENGARUH SUPLEMENTASI KOPI BERKAFEIN TERHADAP PERFORMA KERJA PADA TIME PRESSURE TASK
SETYO TRI W, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDengan beragam manfaat yang dimilikinya, tingkat konsumsi kopi berkafein semakin hari kian meningkat. Salah satu manfaat dari konsumsi kopi berkafein secara rutin adalah sebagai stimulan untuk meningkatkan performa, hal ini telah coba dibuktikan oleh beragam studi sebelumnya yang memberikan kesimpulan bahwa mengkonsumsi kopi berkafein dapat membantu meningkatkan performa dalam bekerja dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap fisiologis manusia. Salah satu cara pengukuran performa kerja adalah dengan menggunakan indikator Tes Pauli, yang berfokus pada performa pada pekerjaan dengan tekanan dari batas waktu kerja atau time pressure task, di mana kondisi time pressure disebutkan dapat memberikan akibat negatif terhadap kualitas pekerjaan. Dengan mempertimbangkan karakteristik time pressure task dan efek dari suplementasi kopi berkafein, maka dirasa perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek dari suplementasi kopi berkafein terhadap performa kerja pada time pressure task menggunakan indikator pengerjaan Tes Pauli. Penelitian ini dilakukan menggunakan tingkat kepercayaan 95%, dengan jumlah responden 24 orang yang memiliki rata-rata usia 21,73±0,94 tahun, dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang seimbang. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu coffee drinker dan non-coffee drinker. Selanjutnya, responden mengerjakan Tes Pauli dengan dua treatment yang berbeda, yaitu dalam kondisi tanpa suplementasi kopi dan dalam kondisi diberikan suplementasi kopi berkafein. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa untuk aspek fisiologis, suplementasi kopi berkafein tidak mempengerahui denyut jantung kerja secara signifikan, selain itu sebanyak 41,67% dari subyek keseluruhan dan 83% dari subyek perempuan dengan profil Non-CD mengeluhkan adanya efek negatif terhadap fisik mereka setelah mengkonsumsi kopi berkafein. Dari aspek performa kerja pada time pressure task, didapatkan bahwa suplementasi kopi berkafein menyebabkan kecepatan kerja naik signifikan, sementara ketelitian kerja dan kestabilan kerja tidak berubah secara signifikan. Selain itu, tidak ditemukan adanya korelasi yang signifikan di antara denyut jantung, kecepatan kerja, ketelitian kerja, dan kestabilan kerja.
With so many benefits that it has, the number of caffeinated coffee consumption is increasing day by day. One benefit that’s given from routinely consumption of caffeinated coffee is as a stimulant for enhanching performance, this statement has been tried to validate by some previously studies which were giving a conclusion that consuming a caffeinated coffee can help to enhance a working performance and give a signifance effect to a human psysiological aspect of the consumer. One of the methods to measure a work performance is by using a Pauli Test, which is focusing on working performance in a task within a pressure from a limitation of time, or can be called as a time pressure task, which is said can give a negative effect to a working quality. By considering the characteristic of a time pressure task and the effect of a caffeinated coffee supplementation, it feels that there should be an experiment-based research to understand the effect of a caffeinated coffee supplementaion into a working performance on time pressure task using Pauli Test as an indicator. This research was been done using 95% confidence level, with 24 people as respondents whose age average is 21,73±0,94 years old and gender composition is balanced. Respondents were divided into two groups, coffee drinker and non-coffee drinker. Then, respondents did an Pauli Test on two different treatments, once in a condition without a caffeinated coffee supplementation and once again in a condition with a caffeinated coffee supplementation. From the research that had been done, the result were that for a physiological aspect, caffeinated coffee supplementation wasn’t influencing working heart rate significantly, then 41,67% of all respondents and 83% of non-coffee drinker female respondents were complaining about a negative effect that they felt physically after consuming a caffeinated coffee. In term of working performance aspect on a time pressure task, it was obtained that caffeinated coffee supplementation was enhancing a working velocity significantly, but not giving any significant influence into working carefulness and working stability aspects. Besides, there was no significant correlation between heart rate, working velocity, working carefulness, and working stability aspects.
Kata Kunci : kopi, kafein, time pressure task, tes pauli, performa, denyut jantung, kecepatan, ketelitian, kestabilan