PENGARUH JARAK PENYINARAN TERHADAP KEBOCORAN MIKRO PADA RESTORASI KAVITAS KELAS I RESIN KOMPOSIT BULK FILL VISKOSITAS TINGGI
VANIALETA PARAMASTRI, drg. Tri Endra Untara, M.kes, Sp. KG; drg. Pribadi Santosa, M.S., Sp. KG
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIMasalah yang sering dijumpai pada restorasi resin komposit adalah adanya kebocoran mikro. Salah satu penyebab kebocoran mikro adalah jarak penyinaran. Resin komposit bulk fill adalah suatu resin komposit yang memiliki fotoinisiator ivocerin yang dapat diaplikasikan pada kavitas hingga kedalaman 4 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh jarak penyinaran terhadap kebocoran mikro pada kavitas kelas I resin komposit bulk fill viskositas tinggi. Penelitian dilakukan pada 27 gigi molar yang dipreparasi membentuk kavitas kelas I berdiameter 4 mm dan kedalaman 4 mm dan dilakukan penumpatan menggunakan resin komposit bulk fill (Tetric N-Ceram Bulk Fill, Ivoclar Vivadent). Bahan bonding yang digunakan berupa bonding generasi VII (Tetric N-Bond Self-Etch, Ivoclar Vivadent). Spesimen kemudian dibagi menjadi tiga kelompook yaitu kelompok dengan jarak penyinaran 0 mm (kelompok A), 2 mm (kelompok B), dan 4 mm (kelompok C). Setelah dilakukan penyinaran, spesimen dimasukkan ke dalam wadah yang berisi larutan biru metilen 2% dan diinkubator selama 24 jam dengan suhu 37�°C. Seluruh spesimen kemudian dibelah secara sagital lalu diamati kebocoran mikronya menggunakan mikroskop stereo dengan perbesaran 15x lalu dianalisis menggunakan Uji Kruskal-Wallis dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara ketiga kelompok terdapat perbedaan kebocoran mikro yang signifikan (Uji Kruskal-Wallis dengan p<0,05). Pada Uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan yang signifikan antara kelompok A dan B, serta A dan C (p<0,05), pada kelompok B dan C tidak ditermukan adanya perbedaan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh jarak penyinaran terhadap kebocoran mikro pada kavitas kelas I resin komposit bulk fill viskositas tinggi.
The most common problem often found in composite resin restorations is microleakage. One of its causes is curing light distance. Bulk fill is a resin that can be applied to cavity up to a depth of 4 mm. The aim of this study was to investigate the effect of curing light distance on microleakage in the cavity class I high-viscocity composite resin restoration. 27 molars were prepared for class I cavity with a diameter of 4 mm and a depth of 4 mm. The specimens were filled up with bulk fill composite resin (Tetric N-Ceram Bulk Fill, Ivoclar Vivadent). The bonding material used is the seventh-generation (Tetric N-Bond Self-Etch, Ivoclar Vivadent). The specimens were divided into three groups, according to the curing light distance 0 mm (group A), 2 mm (group B) and 4 mm (group C) and inserted into the container that contains 2% of methylene blue solution. Specimens were put into the incubator for 24 hours at 37�°C. Specimens are cleaved in the sagittal. Dye penetration of microleakage were observed using a stereo microscope with a magnification of 15x and then analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test. The results of Kruskal-Wallis test showed the microleakage between 3 groups are significantly different (p<0,05). Mann-Whitney test showed microleakage between Group A and B, A-C were significantly different (p<0,05), Group B and C was not significantly different (p>0,05). The conclusion is there is the effect of curing light distance on microleakage in class I cavity high-viscocity composite resin bulk fill restoration.
Kata Kunci : jarak penyinaran, bulk fill, kebocoran mikro