PERILAKU POLITIK LUAR NEGERI TIONGKOK DALAM KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN
ARIEF BAKHTIAR D., Dr. Eric Hiariej, M.Phil; Dr. Poppy S. Winanti, MPP, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalTiongkok merupakan salah satu pihak yang memiliki klaim langsung di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Klaim Tiongkok tersebut tumpang tindih dengan klaim pihak-pihak lain seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan. Selama ini, Tiongkok menjadi aktor penting di LTS karena terlibat dalam semua konflik terbuka yang disebabkan oleh minyak dan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku politik luar negeri Tiongkok dalam konflik LTS. Dalam mempertahankan klaimnya, Tiongkok bersikap ambigu dengan melakukan tindakan agresif di lapangan, namun juga menekankan komitmennya akan diplomasi damai dengan selalu mengikuti forum-forum multilateral yang membahas mengenai penyelesaian isu LTS. Oleh karena itu, pada bagian pembahasan pertama, penelitian ini memaparkan mengenai diplomasi damai dalam forum multilateral dan agresivitas Tiongkok di lapangan pada kurun waktu 1990-2015. Pada pembahasan kedua, penelitian ini berusaha mengamati pola perilaku kebijakan luar negeri Tiongkok dalam konflik LTS, dengan menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi kebijakan luar negeri Tiongkok dalam isu LTS. Pada pembahasan analisis selanjutnya, tulisan ini akan memaparkan alasan Tiongkok menekankan diplomasi damai dan melakukan perilaku agresif sekaligus di lapangan.
China is one of the parties that take a direct claim on the South China Sea (SCS). China's claim overlap with other parties such as Philippines, Vietnam, Malaysia, Brunei, and Taiwan. During this time, China became an important actor in the SCS for being involved in all the open conflicts of SCS. In defending his claim, China, ambiguous with aggressive action on the field, also stressed its commitment peaceful diplomacy by always following multilateral forums that discussed about the settlement of the issue of SCS. Therefore, in the first discussion, this study describes about peaceful diplomacy in multilateral forums and Chinese agressiveness on the field during the period of 1990-2015. In the second, this study sought to observe the behaviour of China's foreign policy in the conflict of SCS, by analyzing the internal factors and external factors that affect China's foreign policy in the conflict of SCS. In the following analytic discussion, this article will explain the reason behind peaceful diplomacy and aggressive behaviour emphasized by China at once on the field.
Kata Kunci : Tiongkok, Laut Tiongkok Selatan, politik luar negeri