Laporkan Masalah

HUMAN CAPITAL DEVELOPMENT: ADDRESSING THE MISMATCH BETWEEN EDUCATION AND YOUTH LABOUR MARKET IN INDONESIA

ARFAN ARYANTO D, Associate Professor Binqin Li

2016 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Pembangunan Modal Manusia: Menangani Ketidakcocokan Antara Pendidikan dan Pasar Tenaga Kerja Muda di Indonesia Pertumbuhan angkatan kerja yang lebih kecil dari pada pertumbuhan lapangan kerja pada tahun 2014 mengakibatkan penurunan tingkat pengangguran. Meskipun tingkat pengangguran menurun, pengangguran pemuda tetap tinggi yang didominasi oleh lulusan SLTP, SLTA dan universitas. Tingginya jumlah pemuda pencari kerja mengindikasikan adanya mismatch (ketidakcocokan) antara jumlah penawaran dan permintaan atas tenaga kerja, yang terutama disebabkan oleh rendahnya kualitas pendidikan. Jumlah pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan bertentangan komposisi yag seharusnya, dimana proporsi pengangguran kaum muda berusia 15- 24 tahun yang tidak terampil jauh lebih rendah dari proporsi pekerja yang terampil. Tingginya jumlah pengangguran dari lulusan pendidikan menengah dan tinggi terjadi karena ketidakcocokan antara kualitas pendidikan dan ketrampilan yang diperlukan di pasar tenaga kerja. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia dan kurang relevannya hasil pendidikan terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja. Program sertifikasi guru yang diperkenalkan pada tahun 2005 dan peningkatan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari anggaran nasional mulai tahun 2009 belum menunjukkan perubahan yang signifikan dalam peningkatan kualitas lulusan pendidikan menengah dan tinggi di Indonesia.

Human Capital Development: Addressing the Mismatch Between Education and Youth Labour Market in Indonesia As the growth of labour force is smaller than the growth of employment in 2014, the unemployment rate decrease. While Indonesia recorded a decrease in unemployment rate, youth unemployment remains high which is dominated by the lower, upper secondary and higher education graduates. The oversupply of youth labour indicate the situation of mismatch between the supply and the demand for labour which is mainly caused by the low quality of education. The trend in unemployment based on education attainment is contrary to the ordinary course of nature, where the proportion of youth unemployment aged 15- 24 of unskilled workers are much lower than the proportion of the skilled workers. The high number of unemployed of secondary and tertiary education graduates emerges due to the skill mismatch between the quality of education and the skills demanded by the labour market. It is mostly caused by the low quality of Indonesia as education and the less-relevant education outcomes to the labour market. The teachers certification program introduced in 2005 and the increase in education budget to minimum of 20 percent of national budget started in 2009 have not shown significant improvement in the quality of the graduates of senior secondary and higher education in Indonesia.

Kata Kunci : Ketidakcocokan, Pengangguran kaum muda, lulusan terampil,sertifikasi guru, belanja pendidikan,mismatches, youth unemployment, skilled graduates, teacher as certification, education spending