Laporkan Masalah

PERENCANAAN BISNIS BABY MEAL

CITRA SHALIMAR, Sahid Susilo Nugroho, Dr., M.,Sc.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Bisnis makanan sehat berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran pola hidup sehat masyarakat, salah satunya makanan bayi. Makanan bayi sehat merupakan salah satu bisnis yang mulai banyak dijalani pebisnis kuliner. Beberapa dari bisnis ini mengedepankan aspek kesehatan dengan menggunakan bahan organik. Di Yogyakarta, belum ada katering makanan bayi dengan layanan antar gratis dan menggunakan wadah kaca anti panas yang aman. Bisnis makanan bayi dapat menjadi solusi masalah kesehatan bayi dan menjadi alternatif orang tua agar tetap memberikan asupan gizi seimbang bagi anak-anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis makanan bayi memiliki peluang yang bagus sehingga disusunlah perencanaan bisnis katering makanan bayi Baby Meal. Dalam penyusunan rencana bisnis tersebut perlu dilakukan beberapa analisis antara lain analisis PESTEL untuk mengetahui kondisi sekarang dan trend akan datang serta analisis kompetisi industri untuk mengetahui karakter dan kekuatan persaingan yang dimiliki perusahaan. Selain itu dilakukan analisis kelayakan bisnis menggunakan NPV, IRR, dan Payback Period. Dari analisis tersebut maka dirumuskan visi, misi, tujuan, model kanvas bisnis, dan model fungsional perusahaan. Proposisi nilai produk ini adalah menggunakan bahan organik, pengolahan makanan tanpa mengurangi kandungan nutrisi, kemasan kaca, serta layanan antar gratis. Proses distribusi produk dilakukan secara langsung tanpa perantara. Promosi dilakukan melalui media taksi, media radio, sistem poin, serta program �Mama Hero�. Produk Baby Meal disertifikasi oleh BPOM dan LPPOM MUI untuk menjamin keamanan produk. Karyawan yang dibutuhkan dalam bisnis ini berjumlah 28 orang yang terbagi dalam beberapa bagian yakni bagian produksi, bagian pembelian, bagian pemasaran, bagian keuangan dan bagian sumber daya manusia. Berdasarkan data yang diperoleh dari observasi, penyebaran kuisioner, dan wawancara, masyarakat memiliki minat terhadap produk ini. Respon positif tersebut mengindikasikan bahwa prospek bisnis ini sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tiga skenarion bisnis yang memperlihatkan performa finansial yang baik untuk jangka waktu 5 tahun pertama. Pada skenario normal, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 294.375.075, IRR sebesar 30 persen, dan PP selama 29 bulan. Pada skenario pesimis, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 24.288.034, IRR sebesar 21 persen, dan PP selama 35 bulan. Pada skenario optimis, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 468.554.334, IRR sebesar 36 persen, dan PP selama 27 bulan.

Healthy food industry develops as the increasing of healthy lifestyle awareness, which is for instance, baby food. Healthy baby food is one of businesses that run by many culinary entrepreneurs. Some of these businesses offered health aspect by using organic materials. In Yogyakarta, there is no baby food catering that offers free delivery service and uses safe heat-resistant glass container as the package. Baby food industry can be a solution for infants health issue and become an alternative for parents to keep giving balanced nutrition for their children. This facts shows that baby food industry has good opportunity so that the baby food business plan is arranged for Baby Meal. Some analysis is needed in preparing the business plan such as PESTEL analysis to find out the current business conditions and future business conditions, competitive forces analysis to find out the companys characters and competitive strengths of the company. Moreover, business feasibility is conducted to determined the NPV, IRR, and payback period. Baby Meals value prepositions are using organic materials, the food processing will not give the damage to the nutrition, using glass package, and free delivery service. Product distribution process is used directly without agent. Marketing strategy is conducted by advertising on taxi, radio, point card system, and Mama Hero program. Baby Meal's product is certified by BPOM and LPPOM MUI to assure the product safety. This business needs 28 employees that divided into some sections such as production section, buying section, marketing section, financial section, and human resource section. Based on the data that obtained by observation, questionnaire, and interviews, people have interest in this product. Positive response indicates that baby food business prospect is good. It can be seen from 3 business scenarios with good financial performance within the first 5 years. In the normal scenario, the value of NPV is Rp 294.375.075, the value of IRR is 30 percent, and payback period in 29 months. In the pessimistic scenario, the value of NPV is Rp 24,288,034, the value of IRR is 21 percent, and payback period in 35 months. In the optimistic scenario, the value of Rp 468 554 334 NPV, IRR of 36 percent, and payback period in 27 months.

Kata Kunci : rencana bisnis, makanan bayi organik, Baby Meal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.