Studi tentang January effect, size effect dan low share price effect
DARWEDI, Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenPasar modal yang efisien merupakan dambaan bagi setiap pasar modal di setiap negara. Pada pasar yang efisien mempunyai keuntungan antara lain: keputusan investasi oleh manajer investasi adalah berdasarkan luasnya sinyal yang mereka peroleh, biaya untuk memperoleh modal &an secara akurat merefleksikan prospek tiap perusahaan, dan para analis dapat memilih investasi secara random karena tiap sekuritas yang dipilrh dihargai secara benar. Pada pasar yang efisien peluang untuk mendapatkan abnormal return sangat kecil karena pasar akan cepat bereaksi terhadap informasi barn yang masuk sehingga akan cepat tercapai harga keseimbangan yang baru. Pada prakteknya di pasar modal muncul fenomena yang menunjukkan penyimpangan yang bertentangan dengan konsep pasar modal yang efisien (market unomaly). Anomali-anomali tersebut antara lain January Eflect, Size Eflect dan Low Sliure Price lyfhct. Pada tesis ini peneliti ingin membuktikan apakah ketiga fenomena anomali tersebut terjadi di Bursa Efek Jakarta dengan mengambil sampel 100 perusahaan yang terdaftar di BEJ selama tahun 1994 sampai dengan 1996. Pengelompokan portofolio untuk hipotesis January Eflect dan Size Efsect menggunakan kapitalisasi pasar atau market value (perkalian harga saham dengan j d a h saham yang beredar), sedangkan pada hipotesis Low Share Price Eflect pengelompokan portofolio berdasarkan harga saham. Analisis uji T terhadap tingkat pengembalian maupun tingkat pengembalian abnormal menunjukkan anomali dampak Januari hanya terjadi pada tahun 1994 saja. Hasil uji ANOVA terhadap dampak Januari dan dampak ukuran untuk seluruh periode tidak menunjukkan fenomena kedua anomali tersebut. Uji ANOVA untuk hipotesis Low Share Price Efect memperlrhatkan perbedaan tingkat pengembalian portofolio berdasarkan harga secara sigmfikan, akan tetapi rata-rata tingkat pengembalian yang terbesar tidak terdapat pada kelompok portofolio dengan harga terendah tetapi terdapat pada kelompok portofolio dengan harga menengah.
Efficient stock market is a goal for each stock market in every country. Efficient stock market has benefit: investment decision by investment manager based on wide signal that they get it, cost for getting capital will accurately reflect prospect each firm, and analyst can chose investment by random because each security that they are chose priced right. In the efficient market, little probability for getting abnormal return because market will quickly reacted new information so will quickly achieve new balance price. In the reality, stock market has phenomena that show deviant, which call market anomaly. The anomalies like January Effect, Size Effect and Low Share Price Effect. In this thesis I want to prove is all of that anomalies phenomena can be happen in Jakarta Stock Exchange using sample of 100 companies that listed in Jakarta Stock Exchange on 1994 to 1996. Grouping of portfolio for January Effect and Size Effect hypothesis using market capitalization or market value and in the Low Share Price Effect hypothesis grouping of portfolio using stock price. T-test analysis for return and abnormal return show anomaly of January Effect only on the 1994. ANOVA test result for January and Size Effect for all period didn’t show phenomena of two anomalies. ANOVA test for Low Share Price Effect show significant difference of portfolio return based on price, but mean of highest return not in the portfolio with lowest price but on portfolio with medium price.
Kata Kunci : Abnormal Return,Efek Januari, anomaly, January Effect, Size Effect, Low Share Price Effect, return, abnormal return, market value, T-test, ANOVA