PENGARUH APLIKASI TOPIKAL GEL EKSTRAK CEKER AYAM BROILER (Gallus gallus) KONSENTRASI 25% TERHADAP JUMLAH SEL NETROFIL DAN MAKROFAG PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI MARMUT (Cavia cobaya)
NISRINA NUR ADDIN, drg. Tetiana Haniastuti, M. Kes, Ph, D.
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIPencabutan gigi mengakibatkan luka pada jaringan sekitar gigi. Luka pasca pencabutan gigi mengalami proses penyembuhan melalui fase inflamasi, proliferasi dan remodelling. Ekstrak ceker ayam mengandung glukosamin, riboflavin, niasin dan kalsitriol yang terbukti memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal gel ekstrak ceker ayam broiler konsentrasi 25% terhadap jumlah sel netrofil dan makrofag pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi. Tiga puluh ekor marmut jantan berusia 3-4 bulan dengan berat 200-250 gram, dibagi ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol negatif secara acak dengan jumlah 15 ekor marmut tiap kelompok. Pencabutan dilakukan pada gigi insisvus kiri rahang bawah marmut. Soket pasca pencabutan kelompok perlakuan diaplikasikan gel ekstrak ceker ayam broiler konsentrasi 25% sedangkan kontrol negatif diaplikasikan gel CMC-Na. Marmut dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5, 7, dan 14 pasca pencabutan. Jaringan mandibula didekalsifikasi menggunakan larutan Von Ebner, ditanam dalam blok parafin kemudian diwarnai dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Preparat diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x. Analisis dengan ¬Two-Way ANOVA menunjukan perbedaan rerata jumlah netrofil dan makrofag yang signifikan (p<0,05) antar kelompok. Hasil uji post-hoc dengan uji LSD menunjukkan perbedaan rerata jumlah netrofil dan makrofag yang signifikan (p<0,05) antara kelompok pada masing-masing hari pengamatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi topikal gel ekstrak ceker ayam broiler konsentrasi 25% dapat menurunkan jumlah sel netrofil dan makrofag pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.
Pencabutan gigi mengakibatkan luka pada jaringan sekitar gigi. Luka pasca pencabutan gigi mengalami proses penyembuhan melalui fase inflamasi, proliferasi dan remodelling. Ekstrak ceker ayam mengandung glukosamin, riboflavin, niasin dan kalsitriol yang terbukti memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal gel ekstrak ceker ayam broiler konsentrasi 25% terhadap jumlah sel netrofil dan makrofag pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi. Tiga puluh ekor marmut jantan berusia 3-4 bulan dengan berat 200-250 gram, dibagi ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol negatif secara acak dengan jumlah 15 ekor marmut tiap kelompok. Pencabutan dilakukan pada gigi insisvus kiri rahang bawah marmut. Soket pasca pencabutan kelompok perlakuan diaplikasikan gel ekstrak ceker ayam broiler konsentrasi 25% sedangkan kontrol negatif diaplikasikan gel CMC-Na. Marmut dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5, 7, dan 14 pasca pencabutan. Jaringan mandibula didekalsifikasi menggunakan larutan Von Ebner, ditanam dalam blok parafin kemudian diwarnai dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Preparat diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x. Analisis dengan ¬Two-Way ANOVA menunjukan perbedaan rerata jumlah netrofil dan makrofag yang signifikan (p<0,05) antar kelompok. Hasil uji post-hoc dengan uji LSD menunjukkan perbedaan rerata jumlah netrofil dan makrofag yang signifikan (p<0,05) antara kelompok pada masing-masing hari pengamatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi topikal gel ekstrak ceker ayam broiler konsentrasi 25% dapat menurunkan jumlah sel netrofil dan makrofag pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.
Kata Kunci : penyembuhan luka pasca pencabutan, ekstrak ceker ayam broiler, netrofil, makrofag