ZONASI PENGEMBANGAN SITUS LIANGAN DAN PENGELOLAAN USAHA TAMBANG PASIR DI DUSUN LIANGAN, DESA PURBOSARI, KECAMATAN NGADIREJO, KABUPATEN TEMANGGUNG
ANINDYA PUSPITA P, Dr. R. Suharyadi, M.Sc.; Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A.
2016 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini dilakukan di Situs Liangan, sebuah situs percandian di lereng timur kaki Gunungapi Sundoro, Kabupaten Temanggung. Proses penemuan Situs Liangan di area penambangan pasir memunculkan dua kepentingan pemanfaatan ruang yang berbeda. Kepentingan penelitian guna pengungkapan komponen keruangan situs yang penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, serta kepentingan aktivitas penambangan pasir yang penting bagi aspek ekonomi. Dua hal yang menjadi tujuan utama penelitian ini : Pertama, memetakan luasan Situs Liangan yang masih berpotensi memiliki kandungan temuan arkeologis. Kedua, Merumuskan zonasi pengelolaan kegiatan penambangan di Dusun Liangan untuk kepentingan masyarakat dan pelestarian situs arkeologi. Tujuan penelitian adalah memberikan gambaran keruangan Situs Liangan sehingga dapat ditentukan zona pengelolaan aktivitas penambangan pasir di Situs Liangan. Metode yang digunakan adalah menganalisis distribusi temuan arkeologi di Situs Liangan dengan pembobotan dan pengharkatan melalui survei lapangan. Sedangkan pengelolaan sumberdaya budaya dilakukan dengan mengetahui prediksi luasan situs menggunakan Archaeological Predictive Modeling. Hasil dari penelitian ini meliputi seluruh lokasi yang mengadung temuan arkeologi di Situs Liangan sebesar 20, 71 ha. Zona sensitivitas temuan arkeologi terbagi menjadi zona sensitivitas temuan tinggi (3,007 ha), zona sensitivitas temuan sedang (4,369 ha) dan zona sensitivitas temuan rendah (13,34 ha). Hubungan antara model keruangan situs dan distribusi lokasi penambangan pasir menjadi acuan dalam pembagian zonasi pengelolaan kegiatan penambangan. Aturan zonasi pengelolaan penambangan pasir terbagi menjadi zona penambangan sangat terbatas, zona penambangan terbatas, dan zona penambangan terkendali. Kata kunci : Situs Liangan, Penambangan, Predictive Modeling, Zonasi
This research was conducted in Liangan Site, an archeological hindhus temple site that situated in the eastern slope of Mt. Sundoro, Temanggung District. The discovery of Liangan Site was in area of sand mining. Its raises two interest for the space used. This research's interest is trying to disclosure of the spatial component of the site that are important to the history, science and culture, as well as the interests of sand mining activities are important to the economic aspect. There are two main objectives of this research: First, mapping the width of Liangan Site that still has the potentially contain of archaeological artifacts. Second, formulate the zone's management in Liangan Site that provides two interest which are mining activities for the society's benefit and the preservation of archeological site. Two main objectives from this research was is provide an overview of spatial site so it can determine Liangan management zones sand mining activities on the Liangan Site. The method that used for this research analyze the distribution of archaeological remains at the Liangan Site with scoring method through field surveys. While cultural resource management is done by knowing the predictions of the lenght area of the site using Archaeological Predictive Modeling. Results from this research include the entire potential zone that contain archaeological remains at the site of 20,71 ha. The zone sensitivity archaeological remains are divided into zones of high sensitivity (3.007 ha), medium sensitivity zones (4.369 ha) and low sensitivity zones (13.34 ha). The relationship between the spatial model of the site and the distribution of sand mining sites become a reference in the management of mining operations zoning system. The zoning system for sand mining management are divided into zones of mining are very limited, limited mining zone, and controlled mining zone. Keywords: Site Liangan, Mining, Predictive Modeling, Zoning
Kata Kunci : Liangan Site, Mining, Predictive Modelling, Zone