COMMUNITY PARTICIPATION IN THE SOLID WASTE MANAGEMENT IN URBAN AREA A CASE OF BRAMBANGAN AND NGABEAN KAMPONGS PURWODADI SUB-DISTRICT, GROBOGAN REGENCY
ARIS TAUFIQ HARIANTA, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKebijakan sentralistik pemerintah yang diterapkan selama beberapa dekade dalam menangani masalah sampah dirasakan tidak memberikan dampak terhadap pengurangan volume sampah yang dihasilkan secara menyeluruh. Oleh karena itu, perubahan paradigma pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi kunci sukses dalam menangani masalah sampah yang semakin kompleks. Penelitian ini mempunyai tiga tujuan utama yaitu mendeskripsikan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dilakukan di kampung Brambangan dan Ngabean. Kedua, untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ketiga, untuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam keberlanjutan program ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif kualitatif (eksploratori). Metode Purposive sampling digunakan untuk menentukan unit analisis dikarenakan dalam penelitian kualitatif penentuan sample berdasarkan pertimbangan kualitas informan bukan berdasar pertimbangan statistic. Sedangkan penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode snowball. Sedangkan untuk menganalisis data dan informasi yang didapat selama penelitian berlangsung digunakan metode deskriptif kualitatif. Ada tiga program utama yang dilakukan oleh kedua kampung tersebut dalam pengelolaan sampah yang dilakukan yaitu pemilahan sampah organic dan anorganik dari sumbernya, pengelolaan sampah organic untuk diolah menjadi pupuk, serta pengelolaan sampah anorganik melalui proses daur ulang dan bank sampah. Tingginya partisipasi masyarakat khususnya pada saat fase pelaksanaan dan evaluasi menjadi salah satu kunci sukses keberlanjutan dari program pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini yang telah dijalankan sejak tahun 2009. Perasaan bangga, peran tokoh masyarakat serta keterlibatan perempuan / ibu rumah tangga menjadi faktor utama dalam mempengaruhi tingginya partisipasi masyarakat yang menyebabkan keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Brambangan dan Ngabean.
The state-centric policy that was conducted in a few decades to manage the waste problem is less successful to reduce and manage the waste problem comprehensively. The shifting paradigm to manage the solid waste management through community-based program is considered to be the key success in the handling the complex problem of waste. This research is constructed with three main objectives. First, to describe the community-based solid waste management that is being conducted in Brambangan and Ngabean Kampongs. Second, to determine the degree and form of public participation in the community solid waste management in both kampongs. Third, to determine the determinant factors affecting the continuity of community-based solid waste management in Brambangan and Ngabean. This Research was conducted by using inductive qualitative (exploratory) approach. Purposive sampling technique is used to select the unit analysis due to the fact in the qualitative research, the selection of sample based on the quality of the informants not based on the statistical consideration. To determine the number of sampling, the snowball technique is used in this study. In addition, the descriptive qualitative method is used to analyze the data and information that were obtained during the research. There are three main programs conducted by both kampongs to manage the waste generated which are organic and inorganic waste separation at the source, organic waste management, as well as inorganic waste management through the waste recycling process and the waste bank activity. The high community participation, especially during the implementation and evaluation phase of this program can be observed as the key success of the continuity of the program since it started at the first time in 2009. The feeling of pride, the local leaders role and the women involvement are considered to be the determinant factors affecting public participation and the continuity of community-based solid waste management in Brambangan and Ngabean.
Kata Kunci : Solid waste, Participation, local leader, womens involvement, 3Rs concept