Laporkan Masalah

Dinamika Pertemanan Lintas Kelompok Pasca Konflik di Ambon

FREDDY F. LOHY, Prof. Dr. Faturochman, M.A.

2016 | Tesis | S2 Psikologi

Konflik Maluku telah menegaskan segregasi sosial antara Salam dan Sarane. Pascakonflik menuai dampak konflik secara sosio-psikologis, outgroup derogation. Sisi lain, ada upaya bakubae, suatu proses perbaikan relasi melalui strategi pertemanan lintas kelompok. Penelitian ini bertujuan memahami dinamika sosio-psikologis pertemanan lintas kelompok dalam eksistensi kelompok gerakan pro-perdamaian. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif dengan strategi penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika pertemanan lintas kelompok melalui proses bertahap kontak antarkelompok. Diawali dengan bakudapa tanpa bacarita sebagai kontak awal. Bakudapa-bacarita tertutup untuk membangun relasi pertemanan dengan kenyamanan relasi dan kedekatan interpersonal. Bakudapa-bacarita terbuka untuk meningkatkan kualitas relasi pertemanan lintas kelompok dengan beragam strategi yang menyentuh sensitivitas agama dan konflik, antara lain bacarita terbuka langsung, bacarita terbuka tidak langsung, dan keterbukaan ruang domestik. Bakudapa-bacarita sensitivitas agama menghasilkan perbandingan negatif terhadap pihak ketiga (ingroup berpandangan konservatif-fundamentalis), yang akhirnya bersama-sama dengan outrgoup pro-damai menghadirkan eksistensi gerakan pro-perdamaian. Bakudapa-bacarita sensitivitas konflik menghasilkan keterbukaan kolektif yang puncaknya pada apology-forgiveness horisontal sebagai strategi bakubae.

Maluku conflict has been affirm social segregation between Salam and Sarane. After conflict impact on socio-psychologically as outgroup derogation. In the other side, efforts to attain bakubae as improving relations process by cross group friendship strategy. Aim of this research is understanding socio-psychological cross group friendship in the existence of pro-peace movement group. This research used qualitative paradigm with research strategy of phenomenology. Result of research shows that dynamic of cross group friendship by stages process of cross group contacts. Begining with bakudapa without bacarita as first contact. Closed bakudapa-bacarita is building friendship relations to achieve comfortable of relation and interpersonal closeness. Opened bakudapa-bacarita is increasing quality of relations cross group frienship with many strategies which touch sensitivity of religion and conflict, such as directed opening bacarita, indirected opening bacarita, and openness domestic room. Bakudapa-bacarita of religion sensitivity deliver negative comparison towards third party (conservative-fundamentalism ingroup), finally, which together with outgroup pro-peace deliver existence of pro-peace movement. Bakudapa-bacarita of conflict sensitivity result collective disclosure, achieved summit in horizontal apology-forgiveness as bakubae strategy.

Kata Kunci : bakudapa-bacarita, pertemanan lintas kelompok, apology-forgiveness horisontal, bakubae/bakudapa-bacarita, cross group friendship, horizontal apology-forgiveness, bakubae

  1. S2-2016-342845-abstract.pdf  
  2. S2-2016-342845-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-342845-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-342845-title.pdf